website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Penyelam TNI AL Temukan FDR Helikopter yang Jatuh di Seruyan

INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Tim penyelam TNI Angkatan Laut dari Satuan Koppeba Koarmada I yang tergabung dalam SAR gabungan berhasil menemukan Flight Data Recorder (FDR) atau salah satu perangkat perekam penerbangan helikopter MI-17V5 milik TNI Angkatan Darat yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

FDR helikopter dengan nomor registrasi HA-5235 tersebut ditemukan pada Sabtu 7 November 2026, setelah tim penyelam melaksanakan operasi pencarian sejak pagi hari.

Berdasarkan laporan kegiatan, persiapan penyelaman dimulai pukul 05.30 WIB. Setelah melaksanakan pengarahan pada pukul 06.15 WIB, tim kemudian bergerak menuju lokasi penyelaman pada pukul 06.40 WIB.

Penyelaman pertama dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh dua personel, yakni Serda Mes Debi Susanto dan Serda Bah Wahyu Widodo.

Pasang Iklan

Setelah melakukan pencarian di bawah permukaan air selama lebih dari satu jam, kedua penyelam berhasil naik ke permukaan pada pukul 08.16 WIB dengan membawa FDR.

Selanjutnya, perangkat tersebut dibawa menuju basecamp dan diserahkan kepada Tim Investigasi Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad) pada pukul 08.30 WIB untuk kepentingan penyelidikan kecelakaan.

Meski FDR telah ditemukan, operasi penyelaman belum sepenuhnya selesai. Tim masih melanjutkan pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR), yakni perangkat yang merekam komunikasi dan percakapan di dalam kokpit helikopter.

Pencarian CVR difokuskan pada area bagian depan ekor helikopter yang berada di antara badan pesawat.

Tiga prajurit gugur, seluruh korban telah ditemukan

Kecelakaan helikopter MI-17V5 tersebut terjadi pada Rabu 4 November 2026 sekitar pukul 11.18 WIB di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan.

Pasang Iklan

Sebelumnya, helikopter tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB untuk menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan melalui operasi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Saat melaksanakan pengambilan air (water scooping), helikopter mengalami kecelakaan dan jatuh ke perairan.

Dalam peristiwa tersebut, terdapat delapan personel TNI AD di dalam helikopter. Lima personel berhasil selamat, sedangkan tiga lainnya dinyatakan gugur.

Ketiga prajurit yang gugur yakni:

1. Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah.
2. Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio.
3. Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.

Jenazah korban terakhir, Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Jumat 6 November 2026. Dengan demikian, seluruh delapan personel yang menjadi korban kecelakaan tersebut telah ditemukan, terdiri dari lima orang selamat dan tiga prajurit meninggal dunia.

Sebelumnya, dua jenazah prajurit lainnya telah diberangkatkan menuju kampung halaman untuk dimakamkan. Sementara jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo juga telah dipulangkan untuk dimakamkan secara militer.

Pangdam apresiasi kerja keras tim SAR gabungan

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan apresiasi terhadap seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan helikopter MI-17V5 tersebut.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menemukan seluruh korban hingga perangkat perekam penerbangan merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan sinergi seluruh unsur yang terlibat.

“Pertama-tama, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel SAR gabungan, baik dari TNI AD, TNI AL, Polri, Basarnas maupun unsur lainnya yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam melaksanakan operasi kemanusiaan ini.

Kami juga bersyukur seluruh delapan personel yang berada di dalam helikopter telah berhasil ditemukan, meskipun tiga prajurit terbaik kami harus gugur dalam menjalankan tugas negara. Duka cita mendalam kami sampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ungkapnya.

Terkait penemuan FDR, Pangdam berharap perangkat tersebut dapat membantu tim investigasi mengungkap secara objektif penyebab kecelakaan.

“Penemuan FDR ini menjadi bagian penting dalam proses investigasi. Kami berharap seluruh tahapan pencarian, termasuk CVR yang masih diupayakan, dapat berjalan aman dan lancar. Kami meminta seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan serta bekerja sesuai prosedur,” tambahnya.

TNI AL terus lakukan pencarian CVR

Keberhasilan menemukan FDR tidak terlepas dari keterlibatan personel penyelam Satkoppeba Koarmada I yang memiliki kemampuan khusus dalam operasi bawah air.

Tim tersebut dipimpin Dansatkoppeba Koarmada I Kolonel Laut (S) Suwandi, dengan melibatkan sejumlah personel penyelam, di antaranya Kapten Laut (T) Muhammad Varian Reinaldo, S.T., Sertu Kom Agung Susanto, Sertu Ttu Siswanto, Serda Mes Debi Susanto, Serda Bah Wahyu Widodo, Serda Sba Mukhamad Syafii, Sertu Ttg Tamara Bangkit P.S., dan Klk Ttg Lalu Anjas Oktawijaya.

Keterlibatan TNI AL dalam operasi ini menjadi bagian dari sinergi antarmatra TNI bersama unsur SAR lainnya untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, hingga investigasi kecelakaan.

Dengan ditemukannya FDR, tim gabungan kini melanjutkan upaya pencarian CVR yang masih berada di sekitar badan helikopter.

Operasi tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab pasti kecelakaan helikopter MI-17V5 yang terjadi ketika menjalankan misi kemanusiaan dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!