website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pemprov Kalteng Targetkan 1.000 Koperasi Merah Putih Aktif Sebelum Juni 2025

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalteng, Rahmawati. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan minimal 1.000 koperasi Merah Putih aktif sebelum Juni 2025. Target ini menjadi bagian dari program nasional untuk memperkuat struktur ekonomi desa.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng, Rahmawati, menyatakan bahwa hingga saat ini lebih dari 600 koperasi telah berhasil tersosialisasi melalui aplikasi Kopdes Merah Putih. Sosialisasi ini terus dipantau setiap hari oleh pemerintah daerah.

“Melalui grup komunikasi antar kepala dinas koperasi kabupaten/kota se-Kalteng, kami memantau perkembangan pembentukan koperasi setiap hari,” ujarnya, Kamis, 22 Mei 2025.

Rahmawati menegaskan bahwa pengawasan terhadap proses ini dilakukan secara ketat dan langsung dimandatkan oleh Gubernur Kalteng. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas dan efektivitas program Koperasi Merah Putih.

Pasang Iklan

Namun demikian, proses pembentukan koperasi tidak lepas dari tantangan, khususnya terkait persyaratan minimal 500 Kepala Keluarga (KK) di setiap desa. “Tidak semua desa memenuhi jumlah tersebut,” jelasnya.

Sebagai solusi, desa yang tidak mencapai jumlah tersebut dapat bergabung dengan desa sekitar. Meski begitu, seluruh anggota tetap diwajibkan memiliki KTP yang sesuai dengan domisili desa yang menjadi lokasi koperasi.

Rahmawati juga menyoroti potensi terbesar koperasi desa berasal dari sektor pengolahan makanan khas dan kerajinan lokal yang tersebar hampir di seluruh wilayah desa di Kalteng. Sektor tambang dan plasma juga menjadi perhatian, namun perlu ditinjau lokasi usahanya terlebih dahulu.

“Jika usaha besar tersebut berada di desa yang telah memiliki koperasi Merah Putih, maka bisa dimasukkan sebagai unit usaha koperasi setempat,” katanya.

Hingga saat ini, total koperasi yang terdaftar di Kalteng mencapai 3.801, terdiri dari 2.925 aktif dan 876 tidak aktif. Pemerintah menargetkan untuk menambah koperasi aktif secara signifikan dalam waktu dekat.

“Seluruh keuntungan koperasi nantinya akan dikelola dan dibagi bersama oleh anggotanya,” pungkasnya. (Redha/Maulana Kawit)

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan