website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pemprov Kalteng Genjot Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Target Anak dari Wilayah Terpencil

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo. (IST)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperkuat komitmennya dalam pemerataan pendidikan melalui program ambisius “Satu Rumah Satu Sarjana”. Program ini digagas untuk secara signifikan meningkatkan jumlah warga daerah yang berhasil mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah terpencil.

Inisiatif ini lahir sebagai respons terhadap fakta bahwa banyak warga Kalteng di daerah pelosok menghadapi kesulitan besar dalam mengakses pendidikan tinggi. Kendala utama tidak hanya pada keterbatasan biaya, tetapi juga tingginya angka putus sekolah di tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Oleh karena itu, Pemprov Kalteng meluncurkan solusi terintegrasi, yaitu melalui penyediaan skema beasiswa pendidikan tinggi hingga pengadaan sekolah kejar paket (kesetaraan) bagi pemuda yang putus sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menjelaskan bahwa fokus utama dalam pelaksanaan program ini adalah memastikan penyaluran bantuan pendidikan tepat sasaran.

Pasang Iklan

“Untuk menyukseskan program satu keluarga satu sarjana, itu harus didata dari desa. Pak Gubernur ingin penerima program ini anak-anak dari wilayah terpencil yang sangat membutuhkan bantuan pendidikan,” tutur Reza, saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Kalteng belum lama ini.

Untuk menjamin data yang akurat dan riil di lapangan, pihak Dinas Pendidikan telah menjalin koordinasi erat dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kalteng.

Kerja sama ini melibatkan seluruh kepala desa se-Kalteng. Para kepala desa diminta berperan aktif membantu mendata keluarga yang belum memiliki anggota bergelar sarjana.

“Kepala desa dapat membantu mendata, dalam satu keluarga, apakah ada yang belum sarjana, ada tidak yang putus sekolah, bagaimana kita menciptakan satu keluarga satu sarjana kalau SMP saja tidak lulus,” jelasnya.

Menurut Reza, anak-anak dari desa yang mengalami putus sekolah membutuhkan pendekatan (treatment) khusus agar mereka dapat kembali mengenyam pendidikan hingga memenuhi syarat masuk perguruan tinggi.

Pendekatan khusus ini mencakup penyediaan layanan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melalui program Paket C (setara SMA) sebagai jembatan untuk melanjutkan studi.

Pasang Iklan

“Ini harus ada treatment apakah dilakukan dengan PKBM seperti Paket C, itu treatment yang harus dilakukan Pemprov bekerja sama dengan Pemkab/Pemkot karena ada koordinasi yang perlu diperkuat yang menjadi kewenangan pemerintah daerah,” pungkas Reza.

Penulis : Suhairi

Editor : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran