website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pemprov Kalteng dan BMKG Tingkatkan Ketahanan Pangan Lewat Sekolah Lapang Iklim

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Herson B. Aden, mewakili Gubernur Agustiar Sabran, membuka kegiatan Sekolah Lapang Iklim Tematik 2025. IST

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik 2025. Acara ini dilaksanakan pada  (26/10/2025) di Aula Bapperida, Palangka Raya, dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengaruh perubahan iklim terhadap ketahanan pangan dan kesiapsiagaan bencana. Sekitar 60 peserta dari berbagai sektor, termasuk kelompok tani, BPBD, serta organisasi masyarakat, turut hadir dalam kegiatan ini.


Sekolah Lapang Iklim Tematik 2025 mengusung tema “Informasi Cuaca dan Iklim: Kunci Swasembada Pangan dan Tangguh Bencana.” Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Herson B. Aden, yang mewakili Gubernur Agustiar Sabran, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai pola cuaca dan iklim, mengingat Kalteng merupakan provinsi yang rentan terhadap bencana alam seperti kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, serta banjir.

“Perubahan iklim memberi dampak langsung pada sektor pertanian. Dalam konteks ini, informasi iklim yang akurat menjadi kunci untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi kerugian akibat bencana alam,” ujar Herson dalam sambutannya. Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Kalteng berkomitmen untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan-pelatihan yang berbasis pada pemahaman cuaca dan iklim.


Kepala Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Agung Sudiono Abadi, dalam laporannya menjelaskan bahwa SLI Tematik ini merupakan program strategis BMKG untuk meningkatkan literasi iklim di kalangan masyarakat. Agung menjelaskan bahwa perubahan iklim yang cepat mengharuskan sektor pertanian dan masyarakat untuk beradaptasi dengan pola cuaca yang semakin tidak menentu.

Pasang Iklan

“Sekolah Lapang Iklim ini dirancang untuk memberikan informasi langsung kepada masyarakat tentang cuaca dan iklim. Dengan pemahaman yang lebih baik, petani dan masyarakat bisa merencanakan musim tanam yang lebih tepat dan mengurangi risiko kerugian,” kata Agung.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, yang turut hadir secara virtual, menambahkan bahwa program ini juga bertujuan untuk memperkuat kerjasama antara berbagai pihak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. “Kolaborasi antara pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh perubahan iklim,” tuturnya.


Selain itu, Tenaga Ahli Komisi IV DPR RI, Abdul Hamid, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Dalam pidatonya, ia menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa BMKG memegang peran penting dalam memberikan informasi yang dapat digunakan oleh petani untuk merencanakan musim tanam mereka dengan lebih baik.

“Upaya literasi iklim seperti ini sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan di Kalimantan Tengah, yang juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Dengan informasi yang tepat, petani dapat mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan cuaca yang ekstrem,” ujar Abdul Hamid.


Kegiatan Sekolah Lapang Iklim ini tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga pada kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Herson B. Aden menegaskan bahwa pemahaman tentang iklim dapat membantu masyarakat untuk lebih siap menghadapi bencana alam, yang sering terjadi akibat perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

“Dengan informasi yang baik mengenai iklim dan cuaca, kita dapat mengurangi dampak bencana. Kami berharap para peserta dapat menjadi agen literasi iklim di komunitas mereka dan menerapkan pengetahuan ini dalam setiap kegiatan pembangunan berkelanjutan,” kata Herson.

Pasang Iklan


Sekolah Lapang Iklim Tematik 2025 diharapkan dapat menciptakan inovasi dalam sektor pertanian dan kebencanaan di Kalimantan Tengah. Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk mendorong penerapan teknologi yang ramah lingkungan serta kebiasaan baru dalam bertani yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

“Dengan memahami cuaca dan iklim, petani dapat memilih varietas tanaman yang lebih sesuai dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah. Selain itu, kolaborasi dengan BMKG memungkinkan kita untuk memiliki informasi yang lebih akurat mengenai prakiraan cuaca,” jelas Herson.


Kegiatan Sekolah Lapang Iklim Tematik ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun sistem ketahanan iklim yang lebih baik di Kalimantan Tengah. Dengan adanya program seperti ini, masyarakat diharapkan lebih mampu beradaptasi dengan perubahan iklim yang semakin cepat dan meresap ke berbagai sektor kehidupan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan pangan, mengurangi risiko bencana, serta membangun masyarakat Kalteng yang lebih tangguh dalam menghadapi perubahan iklim,” tutup Herson.

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Pemprov Kalteng dalam menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan, melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang cuaca dan iklim, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini.

 

Pasang Iklan

 

Penulis : Redha
Editor :  Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran