INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo menghadiri Rapat Paripurna Ke-3 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng, Senin, 30 Maret 2026.
Dalam rapat tersebut, Edy membacakan pidato pengantar Gubernur terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025.
Rapat paripurna digelar di ruang rapat utama DPRD Kalteng dan dipimpin oleh Ketua DPRD, Arton S. Dohong bersama anggota dewan. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam penyampaiannya, Edy menegaskan bahwa LKPj merupakan bentuk pertanggungjawaban kepala daerah kepada DPRD atas penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun anggaran.
“Penyampaian LKPj Gubernur kepada Dewan ini merupakan bentuk koordinasi, komunikasi, dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, laporan tersebut memuat berbagai informasi mengenai pelaksanaan urusan pemerintahan, mulai dari pembangunan, pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah sepanjang tahun 2025.
Menurut Edy, sejumlah indikator pembangunan di Kalteng menunjukkan perkembangan positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) misalnya, meningkat dari 74,28 pada tahun 2024 menjadi 74,86 pada tahun 2025.
Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 5,26 persen pada tahun 2024 menjadi 4,94 persen pada tahun 2025. Tingkat pengangguran terbuka turut turun dari 4,01 persen menjadi 3,97 persen.
Pendapatan per kapita masyarakat juga meningkat dari Rp79,32 juta pada tahun 2024 menjadi Rp84,73 juta pada tahun 2025. Sementara angka ketimpangan pengeluaran atau gini ratio menurun dari 0,301 menjadi 0,292.
“Kita patut bersyukur saat ini pembangunan di Kalimantan Tengah terus mengalami kemajuan dan manfaatnya mulai dirasakan masyarakat,” kata Edy.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kalteng pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,80 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 4,46 persen.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sekitar Rp222,9 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp241,1 triliun pada tahun 2025.
Edy menyebut sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyumbang terbesar dalam perekonomian daerah dengan kontribusi 22,93 persen. Disusul sektor industri pengolahan sebesar 16,60 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 12,64 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 9,88 persen.
Selain itu, realisasi pendapatan daerah pada tahun anggaran 2025 tercatat sebesar Rp7,21 triliun atau sekitar 90,26 persen dari target Rp7,98 triliun.
Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp2,64 triliun atau 97,28 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,72 triliun.
Edy juga menyampaikan bahwa dana transfer dari pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp4,14 triliun atau 99,23 persen dari target Rp4,17 triliun.
Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari mekanisme evaluasi kinerja pemerintah daerah yang selanjutnya akan dibahas oleh DPRD Provinsi Kalteng pada agenda-agenda berikutnya.
Editor: Andrian