website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Nasi Kuning Tengah Malam, Penyelamat Lapar Dini Hari di Palangka Raya

Warung Nasi Kuning di Palangka Raya. (And)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Jarum jam sudah lewat tengah malam ketika beberapa motor berhenti di sebuah warung nasi kuning di sudut Kota Palangka Raya.

Satu per satu pembeli datang. Ada yang masih memakai jaket ojek online, ada mahasiswa, ada sopir travel yang terlihat buru-buru sebelum melanjutkan perjalanan. Tidak banyak percakapan panjang. Sebagian langsung duduk, sebagian lagi memilih bungkus lalu pergi.

Di jam ketika sebagian besar tempat makan sudah tutup, nasi kuning di Kota Cantik ini justru masih dicari.

Beberapa warung nasi kuning di Palangka Raya memang dikenal buka sampai dini hari, bahkan ada yang bertahan hingga mendekati subuh. Bagi banyak orang, warung-warung seperti ini menjadi tempat terakhir mencari makanan hangat sebelum benar-benar muncul matahari pagi.

Pasang Iklan

Aroma santan dan bawang goreng masih terasa kuat dari balik etalase lauk. Penjual sibuk membungkus pesanan sambil sesekali menuang teh hangat untuk pelanggan yang makan di tempat.

“Kalau malam memang ramai. Biasanya orang habis kerja atau baru pulang nongkrong,” kata seorang penjual nasi kuning di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya, Minggu dini hari, 17 Mei 2026.

Di meja dekat warung, dua mahasiswa terlihat makan sambil berbincang pelan. Salah satunya mengaku hampir setiap minggu datang mencari nasi kuning ketika begadang mengerjakan tugas.

“Kalau lapar malam, bingung cari makan apa lagi. Nasi kuning am paling aman,” ujar Rony, mahasiswa semester 2 di Palangka Raya.

Bukan hanya soal kenyang, suasana makan nasi kuning dini hari juga punya kesan sendiri bagi sebagian warga.

Ketika udara malam terasa dingin selepas hujan, teh hangat jadi pilihan yang paling sering dipesan. Tapi di malam yang masih panas dan lembab khas Palangka Raya, es teh manis tetap jadi pendamping favorit.

Pasang Iklan

Di beberapa warung, gelas teh dan piring nasi kuning seperti jadi pemandangan yang tidak berubah dari tahun ke tahun.

Namun di balik ramainya pembeli malam hari, para penjual mengaku mulai menghadapi kenaikan biaya belanja yang cukup terasa.

Harga cabai, minyak goreng, telur, hingga ayam disebut terus naik dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan biaya kecil seperti plastik bungkus kini ikut memengaruhi harga jual.

“Sekarang plastik mahal jua (juga),” kata penjual tadi.

Kondisi itu membuat harga nasi kuning perlahan ikut naik. Jika beberapa tahun lalu satu porsi masih bisa didapat dengan harga sekitar Rp12 ribu, kini banyak yang dijual mulai Rp18 ribu hingga Rp25 ribu tergantung lauk.

Meski demikian, pembeli tetap datang. Bagi sebagian warga Palangka Raya, nasi kuning malam hari bukan sekadar makanan cepat untuk mengisi perut. Ada kebiasaan yang sudah terbentuk lama di sana.

Tentang duduk sejenak setelah hari yang panjang. Tentang menikmati makanan hangat ketika kota mulai lengang. Tentang warung sederhana yang tetap menyala saat sebagian besar lampu lain sudah padam.

Dan mungkin itu sebabnya nasi kuning dini hari tetap bertahan di Palangka Raya: karena selalu ada orang yang lapar, lelah, atau sekadar belum ingin pulang terlalu cepat.

Penulis: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran