website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Napas di Ujung Selang, Prajurit TNI AU Salat dan Berdoa di Tengah Karhutla Kobar

Prajurit TNI AU Lanud Iskandar, Sertu Guntur saat menunaikan salat di tengah upaya pemadaman karhutla. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Di tengah panas dan kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, para prajurit TNI AU Lanud Iskandar terus berjibaku melakukan pemadaman.

Di antara aktivitas tersebut, Sertu Guntur Priyo menyempatkan diri menunaikan salat. Ketika personel lain masih berjibaku dengan tugas, ia mengambil waktu sejenak untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.

Usai salat, Sertu Guntur melanjutkan dengan berdoa. Ia memohon keselamatan bagi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla dan berharap hujan segera turun untuk membantu mengatasi kebakaran.

Doa menjadi bagian dari ikhtiar di tengah kondisi lapangan yang tidak mudah. Setelah selesai beribadah, Sertu Guntur kembali bergabung dengan rekan-rekannya untuk melanjutkan pemadaman di lokasi karhutla.

Pasang Iklan

Pekerjaan para prajurit di lapangan dihadapkan pada berbagai tantangan. Panas, asap tebal, serta medan yang sulit membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga dan ketahanan fisik.

Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan, apa yang dilakukan Sertu Guntur merupakan bagian dari kedisiplinan prajurit untuk menghadap Sang Pencipta sekaligus menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang prajurit.

“Yang dilakukan Sertu Guntur adalah bagian dari kedisiplinan menghadap kepada Sang Pencipta dan juga tanggung jawab sebagai prajurit,” ujar Nugroho.

Nugroho menegaskan, para prajurit pantang mundur dalam menjalankan tugas sebelum ada perintah. Mereka tetap dituntut menjalankan tanggung jawab meskipun kondisi di lapangan penuh tantangan.

Menurut dia, penanganan karhutla membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Kedisiplinan, kekompakan, serta keteguhan menjadi bekal penting bagi personel selama berada di lokasi kebakaran.

Di tengah napas yang berat akibat panas dan asap, salat dan doa menjadi bagian dari perjalanan para prajurit. Setelah menghadap Sang Pencipta, mereka kembali menggenggam selang pemadam dan melanjutkan tugas, dengan harapan api segera padam dan hujan turun membasahi lahan yang terbakar.

Pasang Iklan

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!