INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Konferensi Cabang (Konfercab) IX Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Barito Utara menjadi momentum penting bagi organisasi perempuan Nahdliyin tersebut untuk melahirkan pemimpin baru yang inovatif dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Aula GH Senyiur, Kamis (2/10/2025), resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Utara, Drs. Muhlis, mewakili Penjabat (Pj.) Bupati Barito Utara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Konfercab sebagai wujud penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Konfercab IX ini menjadi wadah bagi para kader Muslimat NU untuk melakukan evaluasi organisasi, merumuskan program kerja lima tahun ke depan, sekaligus memilih kepemimpinan baru untuk periode 2025–2030.
Ketua Muslimat NU Kabupaten Barito Utara, Dra. Hj. ST. Dahsri Yusni, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan forum penting yang menentukan arah masa depan organisasi.
“Dalam konfercab ini kita membahas masalah keorganisasian, program kerja lima tahun mendatang, serta rekomendasi peran Muslimat NU dalam meningkatkan pelayanan kepada umat. Kami berharap lahir pemimpin yang inovatif dan membawa perubahan positif bagi Muslimat NU,” ujar Dahsri Yusni.
Ia menegaskan, Muslimat NU Barito Utara berkomitmen memperkuat kiprahnya dalam pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Melalui pemimpin yang visioner, organisasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai tradisi Islam yang menjadi pijakan perjuangan.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Barito Utara, H. Alfiansyah, S.Ag., juga memberikan apresiasi terhadap soliditas dan konsistensi Muslimat NU di daerahnya. Ia menyebut, organisasi ini telah berperan aktif mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di Barito Utara.
“Muslimat NU Barito Utara adalah organisasi yang solid dan penuh semangat. Kami yakin, dengan kepemimpinan baru, Muslimat NU akan semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” kata Alfiansyah.
Ia menambahkan, regenerasi kepemimpinan dalam organisasi keagamaan seperti Muslimat NU merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan perjuangan dan memperkuat struktur organisasi di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Kalimantan Tengah, Dra. Hj. Rahmaniar, M.Si., menyampaikan optimismenya terhadap proses dan hasil Konfercab IX. Ia percaya bahwa Muslimat NU Barito Utara mampu melahirkan pemimpin yang berdedikasi tinggi dan berorientasi pada kemajuan organisasi serta kesejahteraan umat.
“Kami optimis kepemimpinan baru nanti akan membawa Muslimat NU Barito Utara semakin maju, lebih dikenal, dan memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya perempuan di Barito Utara,” tutur Rahmaniar.
Ia juga menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, kemandirian ekonomi keluarga, dan ketahanan sosial di tingkat masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah daerah dan sinergi antarorganisasi menjadi kunci dalam memperluas dampak positif kegiatan Muslimat NU.
Melalui Konfercab IX bertema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneguhkan Peradaban”, Muslimat NU Barito Utara menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan perempuan serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang terus berkembang.
Penulis : Saleh
Editor : Maulana Kawit