INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan pemantauan kualitas air Sungai Arut melalui pengambilan sampel di lima titik strategis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam mengendalikan pencemaran sekaligus menjaga fungsi sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat.
Pengambilan sampel dilakukan secara menyeluruh dengan menjangkau wilayah hulu hingga hilir Sungai Arut. Titik sampling meliputi Desa Sukarami dan Kelurahan Pangkut di Kecamatan Arut Utara, Desa Runtu dan Kelurahan Baru di Kecamatan Arut Selatan, serta kawasan Simpang Tiga di bagian hilir.
Pemilihan lokasi ini dirancang untuk memperoleh gambaran kondisi air yang representatif di sepanjang aliran sungai.
Kegiatan tersebut melibatkan Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati bersama UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kobar.
Sampel yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode standar nasional guna memastikan hasil pengujian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Kobar, Endro Budi Utomo, menjelaskan bahwa pendekatan representatif menjadi kunci dalam pemantauan ini.
“Kualitas air sungai sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi musim, karakteristik geografis, hingga intensitas aktivitas manusia di sekitar aliran sungai,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DLH Kobar, Syahyani, Senin (20/4), menegaskan bahwa data hasil pemantauan memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah berbasis lingkungan.
Data kualitas air dinilai menjadi fondasi dalam merumuskan langkah pengendalian pencemaran sekaligus mendukung pencapaian target Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) secara berkelanjutan.
Pemantauan kualitas air Sungai Arut sendiri dilakukan secara rutin dua kali dalam setahun dengan mempertimbangkan dinamika musim. Parameter yang diuji mencakup aspek fisika, kimia, dan biologi, seperti pH, DO, BOD, COD, TSS, nitrat, fosfat, hingga fecal coliform.
Pemerintah daerah berharap, melalui langkah ini, tersusun basis data yang kuat untuk menjaga kualitas air dan kelestarian lingkungan di Kotawaringin Barat.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian