INTIMNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah mencatat antusiasme tinggi dalam rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Hingga penutupan pendaftaran pada 24 April 2026, jumlah pelamar mencapai 639.732 orang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan, mengungkapkan dari total tersebut, sebanyak 483.648 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi.
“Seleksi saat ini sudah masuk tahap tes kompetensi yang berlangsung pada 3 hingga 12 Mei 2026,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 4 Mei 2026.
Tes kompetensi dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), metode yang juga digunakan dalam seleksi calon aparatur sipil negara (CASN). Pelaksanaan tes tersebar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia untuk memudahkan peserta.
Setelah tahap CAT, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi lanjutan berupa psikotes, tes mental ideologi, serta pemeriksaan kesehatan pada 20–31 Mei 2026. Pemerintah menjadwalkan pengumuman hasil akhir pada 7 Juni 2026.
Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (komcad), serta pelatihan manajerial dan kompetensi bidang.
Zulkifli menegaskan seluruh proses rekrutmen dilakukan secara ketat dan diawasi panitia seleksi nasional guna memastikan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Tidak ada bayaran apa pun. Tidak ada titipan,” tegasnya.
Kopdes Merah Putih sendiri dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa dan kelurahan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi dari tingkat akar rumput sekaligus memotong rantai distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang.
Melalui koperasi tersebut, pemerintah juga ingin memperkuat posisi petani dan pelaku usaha desa, termasuk dengan menjadikan koperasi sebagai penyerap hasil produksi masyarakat agar harga komoditas tetap stabil.
Selain itu, Kopdes Merah Putih akan berfungsi sebagai penyalur bantuan sosial dan barang subsidi agar lebih tepat sasaran di tingkat masyarakat.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap koperasi desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Editor: Andrian