INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram mulai dikeluhkan warga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Dalam beberapa hari terakhir, tabung gas melon yang menjadi kebutuhan utama masyarakat kecil sulit ditemukan di sejumlah toko dan pengecer.
Ahmad, warga Kelurahan Baru yang juga berjualan gorengan, mengaku harus berkeliling mencari elpiji 3 kilogram karena stok di beberapa tempat yang didatanginya sudah habis. Kondisi tersebut membuat dirinya khawatir karena gas merupakan kebutuhan pokok untuk menunjang usahanya.
“Kami keliling cari tapi masih belum ada. Tiga hari lalu masih tersedia dengan harga sekitar Rp40 ribuan,” ujar Ahmad, Kamis (18/6/2026).
Menurut Ahmad, jika kelangkaan terus terjadi, bukan tidak mungkin harga elpiji 3 kilogram akan kembali melonjak di tingkat pengecer. Kenaikan harga tersebut dinilai akan semakin memberatkan masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro yang bergantung pada gas subsidi.
Sementara itu, Anton, salah satu pemilik toko yang biasa menjual elpiji, membenarkan bahwa stok gas 3 kilogram saat ini kosong. Ia mengatakan tabung yang masih tersedia hanya ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang harganya jauh lebih mahal dibanding gas subsidi.
Anton menyebut permintaan masyarakat terhadap elpiji 3 kilogram masih tinggi, namun pasokan yang diterima pengecer dalam beberapa hari terakhir sangat terbatas. Akibatnya, stok yang datang langsung habis dalam waktu singkat karena diburu pembeli.
Kelangkaan elpiji subsidi ini membuat banyak warga berharap distribusi segera kembali normal. Mereka juga meminta adanya pengawasan terhadap harga di lapangan agar tidak terjadi lonjakan yang semakin menyulitkan masyarakat berpenghasilan rendah.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian