website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Melangkah ke Indonesia Emas: Wastra Dayak Kalteng Diproyeksikan Tembus Ekspor Fashion 2026

Model melangkah percaya diri membawakan busana berbahan dasar Benang Bintik khas Kalimantan Tengah dalam event Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. ist

INTIMNES.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil langkah berani dan strategis dengan membawa produk kebudayaan unggulannya, Wastra Kalteng, ke panggung mode paling bergengsi di tanah air, Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Aksi ini bukan sekadar pameran, melainkan upaya serius untuk mendongkrak ekonomi kreatif daerah.

Tampilnya Kain Benang Bintik, anyaman Dandang Tingang, dan beragam motif Dayak khas Kalteng di JFW 2026 menjadi berita utama pada 1 November 2025. Wastra ini dieksplorasi oleh desainer lokal Kalteng dan berkolaborasi dengan fashion stylist ibu kota, menghasilkan koleksi busana siap pakai yang modern tanpa menghilangkan akar budaya.

Aksi panggung Wastra Kalteng ini terjadi pada pembukaan sesi fashion show desainer terpilih di JFW 2026, tepat pada Sabtu, 1 November 2025. Kehadiran ini menandai dimulainya era baru bagi industri mode lokal Kalteng yang berorientasi pada pasar nasional dan internasional.

Langkah ini didukung penuh oleh Gubernur H. Agustiar Sabran melalui inisiasi Dinas Perindustrian dan Dinas Kebudayaan/Pariwisata. Selain Gubernur, ratusan perajin dan pelaku UMKM dari berbagai kabupaten turut merasakan dampak positif dari kesempatan promosi di ibu kota ini.

Pasang Iklan

Program ini dirancang dengan strategi jemput bola untuk langsung bertemu dengan pasar premium dan investor mode. Kain-kain tradisional Kalteng tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dikemas dalam narrative design yang kuat, menceritakan filosofi Falsafah Huma Betang dan kekayaan alam Bumi Tambun Bungai.

Seluruh peragaan busana yang menampilkan Wastra Kalteng diselenggarakan di venue utama Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Jakarta. Ini adalah lokasi strategis yang menarik perhatian media, buyer internasional, dan influencer mode terkemuka di Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian, tujuan utama keikutsertaan ini adalah dua kali lipat. Pertama, melestarikan kebudayaan dan motif tradisional Dayak agar tidak hilang. Kedua, menggerakkan roda ekonomi daerah dengan mengubah produk budaya menjadi komoditas fashion bernilai jual tinggi.

Gubernur Agustiar Sabran secara terpisah menyampaikan, “Wastra Kalteng harus menjadi identitas sekaligus tulang punggung ekonomi kreatif. Kami ingin perajin lokal memiliki pendapatan yang layak dan produk mereka dikenal dunia. JFW adalah pintu gerbangnya.”

Langkah Pemprov ini mendapat sambutan hangat dari asosiasi mode nasional, yang menilai Kalteng telah berinvestasi cerdas dalam intangible assets (aset tak berwujud) daerah. Dengan fokus pada kualitas dan orisinalitas, wastra ini diprediksi akan menjadi trendsetter mode etnik tahun 2026 mendatang.

Diharapkan, setelah sukses tampil di JFW 2026, Pemprov Kalteng dapat memfasilitasi kemitraan langsung antara desainer dan perajin lokal dengan buyer atau brand besar. Keberhasilan ini akan menjadi momentum akselerasi bagi UMKM Kalteng agar mampu menembus pasar internasional, mewujudkan visi Kalteng sebagai salah satu pusat ekonomi hijau dan kreatif di Indonesia.

Pasang Iklan

 

 

Penulis Redha

Editor Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran