website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Mau ke Tanjung Puting? Jangan Berangkat Sebelum Baca Ini

Keindahan Taman Nasional Tanjung Puting. (IG pesonaindonesia)

INTIMNEWS.COM – Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu destinasi wisata alam paling terkenal di Indonesia. Kawasan ini dikenal sebagai rumah bagi orangutan Kalimantan sekaligus menawarkan pengalaman menyusuri sungai dengan kapal klotok di tengah hutan tropis.

Bagi wisatawan dari luar Kalimantan, perjalanan menuju Tanjung Puting mungkin terdengar rumit pada awalnya. Namun, dengan persiapan yang tepat, perjalanan ini justru bisa menjadi pengalaman tak terlupakan. Berikut sejumlah tips penting sebelum traveling ke Tanjung Puting melalui Kota Pangkalan Bun.

1. Tentukan Jalur Perjalanan ke Pangkalan Bun

Gerbang utama menuju Tanjung Puting adalah Kota Pangkalan Bun, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat. Wisatawan dari luar Kalimantan umumnya menggunakan jalur udara menuju Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

Penerbangan biasanya tersedia dari Jakarta, Surabaya, Semarang, dan beberapa kota besar lainnya dengan transit tertentu tergantung maskapai. Sebaiknya pesan tiket jauh hari, terutama saat musim liburan dan long weekend karena harga tiket menuju Kalimantan cenderung naik cukup tinggi.

Pasang Iklan

Jika ingin lebih hemat, pilih jadwal penerbangan tengah pekan dan hindari musim puncak wisata.

2. Waktu Terbaik Berkunjung

Musim terbaik mengunjungi Tanjung Puting adalah antara Juni hingga September saat curah hujan relatif rendah. Pada periode ini perjalanan sungai lebih nyaman dan aktivitas trekking lebih aman.

Meski demikian, Tanjung Puting sebenarnya bisa dikunjungi sepanjang tahun. Jika datang saat musim hujan, siapkan perlengkapan tambahan seperti jas hujan, dry bag, dan sandal antiselip karena beberapa area menjadi lebih licin.

3. Pilih Paket Klotok yang Terpercaya

Mayoritas wisatawan menjelajahi Tanjung Puting menggunakan kapal kayu tradisional atau klotok. Kapal ini biasanya sudah termasuk makan, pemandu, penginapan di atas kapal, serta kunjungan ke beberapa titik feeding orangutan.

Sebelum memilih operator tur, perhatikan beberapa hal:

  • Pastikan ulasan wisatawan cukup baik.
  • Tanyakan fasilitas kapal secara detail.
  • Pastikan tersedia toilet bersih dan tempat tidur layak.
  • Cek apakah harga sudah termasuk tiket masuk taman nasional.

Jangan tergiur harga terlalu murah tanpa memastikan kualitas layanan dan aspek keselamatan.

Pasang Iklan

4. Bawa Barang Secukupnya

Karena sebagian besar aktivitas dilakukan di atas kapal, bawalah barang seperlunya agar perjalanan lebih nyaman. Barang penting yang wajib dibawa antara lain:

  • Obat pribadi.
  • Lotion anti nyamuk.
  • Sunscreen.
  • Topi atau pelindung panas.
  • Dry bag untuk melindungi barang elektronik.
  • Power bank.
  • Pakaian ringan dan cepat kering.

Sinyal internet di beberapa area hutan cukup terbatas, jadi siapkan diri untuk benar-benar menikmati suasana alam tanpa terlalu bergantung pada gawai.

5. Siapkan Mental untuk Wisata Alam

Tanjung Puting bukan wisata mewah dengan fasilitas kota besar. Pengalaman utama di sini adalah menyatu dengan alam liar Kalimantan.

Wisatawan akan tidur di atas kapal, mendengar suara hutan pada malam hari, hingga berpapasan langsung dengan satwa liar seperti bekantan, burung rangkong, dan orangutan.

Bagi sebagian orang, pengalaman ini justru menjadi daya tarik utama karena memberikan sensasi petualangan yang autentik.

6. Hormati Satwa dan Aturan Konservasi

Saat mengunjungi lokasi feeding orangutan seperti Camp Leakey, wisatawan wajib menjaga jarak dan tidak memberi makan satwa sembarangan.

Hindari membuat suara berlebihan, membuang sampah, atau melakukan tindakan yang mengganggu habitat satwa liar. Tanjung Puting bukan sekadar tempat wisata, tetapi kawasan konservasi internasional yang memiliki peran penting dalam perlindungan orangutan Kalimantan.

7. Luangkan Waktu Menjelajahi Pangkalan Bun

Sebelum atau sesudah ke Tanjung Puting, sempatkan menikmati suasana Kota Pangkalan Bun. Kota ini memiliki kuliner khas seperti ikan jelawat, sate khas Kalimantan, hingga berbagai olahan seafood sungai.

Wisatawan juga bisa mengunjungi Istana Kuning atau bersantai di kawasan Sungai Arut pada sore hari untuk menikmati suasana kota tepian sungai yang tenang.

8. Jangan Lupa Buru Oleh-Oleh Khas Pangkalan Bun

Liburan ke Pangkalan Bun terasa belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh khas daerah. Wisatawan bisa menemukan berbagai pilihan buah tangan mulai dari makanan khas hingga kerajinan lokal.

Beberapa oleh-oleh yang cukup populer antara lain amplang ikan, kerupuk ikan sungai, madu hutan Kalimantan, kopi lokal, hingga olahan rotan dan aksesori khas Dayak. Selain itu, ada juga kaos bertema orangutan dan Tanjung Puting yang banyak dijual di pusat oleh-oleh sekitar Pangkalan Bun.

Jika ingin membeli oleh-oleh makanan, sebaiknya pilih produk yang tahan lama agar aman dibawa dalam perjalanan udara. Wisatawan juga disarankan membeli produk lokal dari pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat setempat.

9. Siapkan Budget Tambahan

Selain biaya tur utama, siapkan dana tambahan untuk:

  • Tiket pesawat.
  • Oleh-oleh.
  • Donasi konservasi.
  • Biaya porter atau transport lokal.
  • Tambahan tip untuk awak kapal dan pemandu.

Secara umum, wisata Tanjung Puting memang tidak semurah wisata perkotaan, tetapi pengalaman yang didapat sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

10. Jangan Hanya Datang untuk Foto

Banyak wisatawan datang ke Tanjung Puting demi konten media sosial. Padahal, nilai utama perjalanan ini adalah memahami pentingnya konservasi hutan tropis dan kehidupan satwa liar Kalimantan.

Menikmati perjalanan tanpa terburu-buru mengambil gambar justru membuat pengalaman lebih berkesan.

11. Nikmati Pengalaman yang Tidak Bisa Ditemukan di Tempat Lain

Tanjung Puting menawarkan pengalaman langka yang sulit ditemukan di banyak tempat di dunia: menyusuri sungai di tengah hutan hujan tropis sambil melihat orangutan hidup bebas di habitat aslinya.

Bagi wisatawan dari luar Kalimantan, perjalanan ini bukan sekadar liburan, tetapi pengalaman memahami kekayaan alam Indonesia yang sesungguhnya. (AFS)

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!