website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Krisis Literasi di Kobar, Penggiat Sebut Ada Lulusan SMK Belum Lancar Membaca

Suasana kegiatan literasi dari Komunitas Insan Kreatif Gemilang. (Yus)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Persoalan rendahnya kemampuan literasi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, masih menjadi perhatian serius. Bahkan, seorang penggiat literasi mengungkap adanya lulusan SMK yang diduga belum mampu membaca dengan baik, Jumat (2/7/2026).

Temuan itu disampaikan Founder Komunitas Insan Kreatif Gemilang sekaligus penggiat literasi, Mia Cisadani atau yang akrab disapa Kak Mia. Menurutnya, informasi tersebut menjadi bukti bahwa persoalan literasi masih harus mendapat perhatian bersama.

Selain mendengar adanya dua lulusan SMK di Kecamatan Kumai yang belum bisa membaca dan kini disebut bekerja sebagai tukang parkir, Kak Mia juga menemukan masih banyak siswa SD dan SMP yang mengalami kesulitan membaca.

Berdasarkan pendampingan yang dilakukan komunitasnya, terdapat sekitar 20 siswa di SDN yang belum mampu membaca. Sementara di SMPN di Kumpai Batu Atas ditemukan tujuh siswa, dan di SMPN di Kumai sebanyak 12 siswa dengan kondisi serupa.

Pasang Iklan

“Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya kurangnya perhatian terhadap proses belajar anak di rumah hingga adanya kasus perundungan yang membuat anak kehilangan rasa percaya diri untuk belajar,” jelas Kak Mia.

Berangkat dari keprihatinan itu, Komunitas Insan Kreatif Gemilang terus bergerak memberikan pendampingan literasi kepada anak-anak yang mengalami kesulitan membaca dan menulis di sejumlah wilayah di Kobar.

Saat ini komunitas tersebut didukung sekitar 30 relawan yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Mereka secara sukarela meluangkan waktu untuk mengajar dan mendampingi anak-anak di luar jam sekolah.

Tak hanya fokus pada kemampuan membaca, komunitas ini juga membantu 14 anak putus sekolah di Kelurahan Baru agar tetap memperoleh pendampingan belajar dan motivasi untuk kembali mengejar pendidikan.

Pendampingan juga terus dilakukan kepada siswa-siswi di SMPN di Kumai yang belum bisa membaca dan menulis. Melalui pembelajaran yang lebih personal, para relawan berharap kemampuan dasar anak-anak dapat meningkat secara bertahap.

“Kita berharap persoalan literasi tidak lagi dipandang sebagai masalah individu, melainkan tanggung jawab bersama,” tutur Kak Mia.

Pasang Iklan

Ia mengajak keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk bergandengan tangan agar tidak ada lagi anak yang tertinggal hanya karena belum menguasai kemampuan membaca.

Penulis: Yusro

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!