website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Astra Agro Perkuat Sinergi, Siapkan Tim Hadapi Ancaman Karhutla di Kobar

Tim Astra Agro usai mengikuti Apel Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2026. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). PT Astra Agro Lestari Tbk melalui anak usahanya PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP), PT Agro Menara Rachmat (AMR), PT Surya Indah Nusantara Pagi (SINP), dan PT Persada Bina Nusantara Abadi (PBNA) turut memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan perusahaan dalam Apel Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.

Apel tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, perusahaan hingga elemen masyarakat. Kolaborasi dinilai penting karena penanganan bencana, khususnya karhutla, membutuhkan respons cepat dan kerja sama yang terintegrasi.

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan apel tersebut menjadi gambaran kesiapsiagaan seluruh unsur di daerah dalam menghadapi ancaman bencana yang dipengaruhi perubahan iklim.

Pasang Iklan

“Kegiatan ini menunjukkan kesiapsiagaan setiap unsur di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam menghadapi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim. Dengan kerja sama yang terjalin baik dari unsur pemerintah, penegak hukum, perusahaan dan masyarakat, menjadikan kita lebih siap dalam menghadapi bencana akibat perubahan iklim,” ujar Nurhidayah.

whatsapp image 2026 08 18 at 18.57.11
Apel Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2026. (Ist)

Menurutnya, perubahan iklim dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi. Curah hujan tinggi dapat memicu banjir dan tanah longsor, sedangkan kondisi kering dan minim hujan dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

Dari unsur perusahaan, Perwakilan PT GSIP-AMR Sulthon Saladin menegaskan pentingnya sinergi antarpihak dalam membangun kesiapan menghadapi bencana. Menurutnya, perusahaan perkebunan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan Kobar yang lebih tangguh menghadapi bencana.

“Sinergitas ini menjadi harmonisasi setiap unsur dalam menanggulangi bencana yang ada. Kami dari unsur perusahaan perkebunan, yaitu PT GSIP-AMR dan PT SINP-PBNA yang ada di Kotawaringin Barat, telah menjadi bagian dalam kolaborasi menuju Kotawaringin Barat tangguh bencana,” katanya.

Sulthon menambahkan, perusahaan berkomitmen untuk terus terlibat dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah Kobar. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sementara itu, Perwakilan PT SINP-PBNA Purwanto menyebut perusahaan telah menyiapkan personel terlatih yang tergabung dalam Tim Kesiapsiagaan Tanggap Bencana (TKTD). Personel tersebut disiapkan untuk mendukung upaya penanggulangan ketika terjadi bencana.

Pasang Iklan

“Kami juga memiliki personel terlatih yang bisa diandalkan dalam penanggulangan bencana. Personel ini tergabung dalam Tim Kesiapsiagaan Tanggap Bencana (TKTD) perusahaan,” ujar Purwanto.

Dengan adanya personel dan kesiapan tersebut, PT SINP-PBNA memastikan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun unsur lainnya ketika terjadi bencana di wilayah Kotawaringin Barat.

Apel tanggap darurat ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi penguatan koordinasi, komunikasi dan kesiapan di lapangan. Dengan sinergi pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat, Kobar diharapkan semakin siap menghadapi ancaman karhutla maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!