website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kobar Panas! Suhu Diprediksi Tembus 36 Derajat, Hotspot Capai 85 Titik

Bundaran Pancasila Pangkalan Bun. (Yus)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Cuaca panas yang melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) semakin terasa dalam beberapa pekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu udara di wilayah ini dapat mencapai 36 derajat Celsius, seiring musim kemarau yang terus berlangsung, Rabu (22/7/2026).

Kondisi panas tersebut dibarengi meningkatnya jumlah titik panas (hotspot). Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat total 85 hotspot muncul di Kotawaringin Barat sejak awal tahun. Kondisi ini menjadi peringatan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Forecaster BMKG, Ayu Istiqomah, menjelaskan cuaca panas dipengaruhi aktifnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke Indonesia. Fenomena tersebut menyebabkan curah hujan di Kotawaringin Barat menurun sehingga hari-hari cerah lebih mendominasi.

Selain itu, kelembapan udara di lapisan atas atmosfer berada di bawah 50 persen. Minimnya kandungan uap air membuat pembentukan awan berkurang sehingga paparan sinar matahari ke permukaan bumi menjadi lebih maksimal dan suhu udara meningkat.

Pasang Iklan

BMKG juga menyebut gangguan atmosfer berupa El Nino moderat masih berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan.

“Kombinasi kedua faktor tersebut membuat musim kemarau tahun ini terasa lebih kering dibandingkan biasanya,” jelas Ayu.

Musim kemarau di Kotawaringin Barat telah dimulai sejak dasarian ketiga Juni dan diperkirakan berlangsung hingga Oktober atau awal November 2026. Adapun puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada September, sehingga cuaca panas masih berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan kondisi lahan yang semakin kering, risiko munculnya kebakaran hutan dan lahan juga meningkat. BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan maupun membakar sampah atau daun kering karena dapat memicu titik api yang cepat meluas.

Di sisi lain, cuaca panas juga dapat berdampak pada kesehatan. Masyarakat diminta memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas di bawah terik matahari pada siang hari, serta menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

BMKG juga mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi apabila kondisi kering berlangsung lebih lama dan memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah.

Pasang Iklan

BMKG berharap masyarakat terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.

“Dengan kepedulian bersama menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran, dampak musim kemarau di Kotawaringin Barat diharapkan dapat ditekan,” tutur Ayu.

Penulis: Yusro

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!