website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Ketua DPRD Kalteng Harap Generasi Muda Jadi Penjaga Ideologi Bangsa

Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S. Dohong. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S Dohong, menilai ancaman terhadap ideologi Pancasila tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tetapi juga dari melemahnya kesadaran sejarah di kalangan generasi muda. Karena itu, ia menyerukan agar pemahaman sejarah bangsa harus kembali menjadi fondasi pendidikan karakter untuk mencegah generasi muda tergerus arus globalisasi.

Dalam pandangannya, banyak konflik identitas, polarisasi sosial, dan ketegangan politik belakangan ini terjadi karena sebagian masyarakat, terutama generasi muda yang semakin jauh dari nilai sejarah perjuangan bangsa.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya dan mampu belajar dari masa lalu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tegas Arton.

Seruan tersebut disampaikannya dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila, momentum nasional yang dinilai penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Peringatan ini, menurut Arton, bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ruang refleksi untuk mengingat ulang bagaimana Pancasila menjadi benteng terkuat terhadap segala ideologi yang ingin memecah persatuan Indonesia.

Pasang Iklan

Ia menekankan, generasi muda harus diberi ruang untuk memahami sejarah bukan hanya dari perspektif akademik, tetapi sebagai bekal menghadapi tantangan zaman yang terus bergerak cepat. Pemahaman sejarah, menurutnya, berfungsi sebagai “kompas ideologis” agar mereka mampu membedakan mana nilai kebangsaan dan mana anasir yang justru melemahkan karakter bangsa.

“Semangat ini harus terus kita rawat bersama. Mari jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat untuk memperkuat persatuan, memperdalam nilai kebangsaan, dan menjaga keutuhan NKRI, khususnya di Kalteng,” ujarnya.

Pendidikan ideologi, lanjutnya, tidak boleh hanya diserahkan kepada sekolah, melainkan harus menjadi gerakan kolektif. Arton juga menyinggung pentingnya kolaborasi multipihak dalam menanamkan nilai kebangsaan.

Pemerintah daerah, lembaga legislatif, elemen masyarakat, dan organisasi kepemudaan dinilai memiliki peran strategis untuk memastikan generasi muda tidak sekadar mengenang sejarah sebagai cerita masa lampau.

Ketua DPD PDI–Perjuangan Kalteng itu menyatakan, DPRD Kalteng siap bersinergi dalam program pembinaan generasi muda berbasis historis dan ideologis. Menurutnya, legislasi dan pengawasan anggaran tidak boleh terlepas dari upaya memperkuat pendidikan karakter bangsa melalui kegiatan kebangsaan, kepemudaan, dan pelibatan anak muda dalam pembangunan daerah.

Ia juga menekankan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral sebagai penerus kepemimpinan nasional. Keterlibatan mereka dalam pembangunan daerah diyakini bukan hanya soal inovasi dan teknologi, tetapi juga menjaga nilai dasar bangsa: persatuan, toleransi, dan keadilan sosial.

Pasang Iklan

Menurut Arton, membangun kesadaran sejarah bukan berarti menarik generasi muda hidup di masa lalu, tetapi menjadikan perjuangan bangsa sebagai fondasi untuk merancang masa depan. Indonesia, katanya, hanya dapat berdiri kokoh bila ideologi Pancasila tetap menjadi rumah besar bagi seluruh rakyat tanpa kecuali.

Di akhir seruannya, Arton berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila mampu membuka kembali kesadaran kolektif bahwa keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak pernah dijaga secara otomatis. Ia menegaskan, upaya mempertahankan ideologi bangsa adalah pekerjaan sepanjang hayat dan generasi muda merupakan mata rantai penjaganya yang paling menentukan.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran