INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Perang melawan peredaran narkotika di Kalimantan Tengah tidak bisa dilakukan setengah hati. Ketua DPRD Kalteng, Arton S Dohong, menegaskan pentingnya langkah terpadu antara penegakan hukum dan edukasi publik agar upaya memutus rantai penyalahgunaan narkoba dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Menurut Arton, aparat kepolisian telah menunjukkan keseriusan melalui pelaksanaan Operasi Antik 2025, yang berhasil mengungkap sejumlah kasus besar di berbagai kabupaten. Ia menilai, operasi semacam itu bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata dari komitmen untuk melindungi masyarakat dari ancaman yang kian meresahkan.
“Kami dari DPRD mendukung penuh tindakan tegas aparat kepolisian dalam memberantas narkoba. Ini adalah bentuk nyata menjaga masa depan Kalteng,” ujarnya di Palangka Raya, Senin (14/7/2025).
Ia menambahkan, dukungan politik dan kelembagaan harus berjalan seiring dengan langkah-langkah aparat di lapangan agar hasilnya terasa bagi masyarakat.
Politisi yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Kalteng ini menegaskan, siapa pun yang terlibat dalam peredaran gelap narkoba wajib diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang konsisten, katanya, menjadi pondasi agar rasa keadilan masyarakat tetap terjaga dan efek jera dapat tercipta.
Namun Arton menilai, pendekatan represif semata tidak cukup. Di tengah derasnya arus informasi dan gaya hidup yang mudah mempengaruhi generasi muda, upaya pencegahan melalui edukasi menjadi sama pentingnya dengan penindakan.
“Selain penegakan hukum, edukasi juga harus diperkuat. Terutama kepada kalangan pelajar dan generasi muda agar mereka tidak terjerumus,” katanya.
Ia mengapresiasi berbagai kegiatan sosialisasi, penyuluhan, serta kampanye bahaya narkoba yang telah digelar aparat, lembaga pendidikan, maupun organisasi masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus diperluas hingga ke pelosok desa agar pesan bahaya narkotika menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya di perkotaan.
Dengan sinergi antara penegakan hukum yang kuat, pendidikan yang berkelanjutan, dan partisipasi aktif masyarakat, Arton optimistis Kalimantan Tengah dapat menjadi daerah yang lebih tangguh menghadapi ancaman narkotika. “Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk melindungi Bumi Tambun Bungai dari bahaya narkoba,” pungkasnya.
Editor: Andrian