INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Api karhutla masih mengancam wilayah Kotawaringin Barat. Kondisi lahan yang kering di tengah kemarau membuat kobaran api berisiko cepat menjalar, sehingga Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Nurhidayah turun langsung meninjau kondisi karhutla di Kilometer 24. Di lokasi, Satgas Karhutla masih melakukan penanganan untuk mengendalikan api dan mencegah kobaran merembet ke area lain.
Bupati menegaskan, situasi lahan yang kering membuat percikan kecil sekalipun dapat berubah menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran dengan alasan apa pun untuk membuka lahan.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kalau mengetahui ada titik api atau indikasi karhutla, segera laporkan,” tegas Nurhidayah.
Menurutnya, kecepatan laporan masyarakat sangat menentukan penanganan karhutla. Warga diminta tidak menunggu api membesar atau meluas sebelum melapor kepada petugas.
Nurhidayah juga meminta masyarakat di sekitar wilayah rawan melakukan pencegahan dengan membasahi lahan kering. Cara tersebut dapat membantu mengurangi risiko percikan api menjalar ke area yang lebih luas.
“Halau api dengan cara membasahi lahan yang kering. Paling tidak basahi dulu lahan yang berpotensi terkena percikan api supaya letikan api tidak menjalar ke mana-mana,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).
Untuk memperkuat penanganan, Satgas Karhutla terus bergerak di lapangan. Pembangunan posko dilakukan untuk memperkuat koordinasi, pemantauan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran.
Nurhidayah juga memerintahkan Camat Kotawaringin Lama mempersiapkan ketersediaan air portable. Ketersediaan air diperlukan untuk mendukung pemadaman sekaligus pembasahan lahan yang rawan terbakar.
Bupati kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi sumber munculnya api. “Jangan bakar lahan. Kalau melihat api, sekecil apa pun, langsung laporkan agar bisa segera ditangani,” pungkasnya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian