INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kepulan asap karhutla masih mengganggu pengguna jalan di Kilometer 22 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (15/9). Di tengah kondisi tersebut, Bupati Kobar Hj. Nurhidayah bersama Wakil Bupati Suyanto turun langsung ke lokasi dan membagikan masker kepada pengendara yang melintas.
Kondisi jalan yang masih dilintasi kendaraan membuat perlindungan pengguna jalan menjadi perhatian pemerintah. Masyarakat yang melintas di kawasan terdampak asap diingatkan untuk menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.
Nurhidayah mengatakan pembagian masker merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tetap beraktivitas di tengah kondisi karhutla. Masker dibagikan langsung kepada pengguna jalan agar mereka memiliki perlindungan saat melintasi kawasan yang terpapar asap.
“Yang melintas kita minta menggunakan masker. Ini untuk melindungi diri dari asap akibat karhutla,” ujar Nurhidayah.
Bupati bersama Wakil Bupati juga memantau langsung perkembangan kebakaran dan penanganan yang dilakukan personel gabungan di sekitar KM 22. Pemerintah memastikan upaya pemadaman terus berjalan meski kondisi lapangan dan akses menuju titik api menjadi tantangan.
Menurut Nurhidayah, kondisi karhutla saat ini masih membutuhkan kewaspadaan bersama. Sebaran hotspot tidak hanya berada di sekitar jalur Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, tetapi juga terdapat sejumlah titik lain yang perlu mendapat perhatian.
Kawasan penyangga Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), termasuk Hutan Kemasyarakatan (HKM) Masoraian, menjadi salah satu wilayah yang terus dipantau. Pemerintah khawatir api semakin meluas apabila tidak segera ditangani.
“Sebaran hotspot meluas, ada titik yang perlu diwaspadai, yaitu di daerah penyangga Tanjung Puting termasuk juga kawasan Masoraian. Karena itu perlu peran bersama,” katanya.
Ia mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Menurutnya, laporan cepat dari masyarakat sangat penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas.
Nurhidayah juga menegaskan dukungan Pemkab Kobar terhadap aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Sebab, dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat.
Penanganan karhutla di kawasan tersebut terus dilakukan personel gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, KPHP serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA). Di tengah pemadaman yang masih berlangsung, Pemkab Kobar kembali mengingatkan pengguna jalan agar mengutamakan keselamatan, memakai masker, dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan terdampak asap.