website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Karhutla Kobar Makin Sulit Dibendung, 1.059 Hektar Lahan Terbakar dan 830 Hotspot Terdeteksi

Karhutla di Kotawaringin Barat. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memasuki kondisi yang semakin mengkhawatirkan. Hingga Selasa (25/8/2026) pukul 10.00 WIB, tercatat 830 titik panas (hotspot) dan 232 kejadian karhutla, dengan total lahan terbakar mencapai 1.059,498 hektare.

Lonjakan terbesar terjadi pada Agustus. Dalam 25 hari pertama bulan ini, tercatat 657 hotspot, 122 kejadian karhutla, dan lahan yang terbakar mencapai 850,95 hektare. Angka tersebut melonjak dibandingkan bulan sebelumnya dan menunjukkan ancaman kebakaran masih sangat tinggi di tengah kondisi kemarau.

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mewakili Kalaksa BPBD Kobar Samuel, mengatakan peningkatan titik panas dan kejadian karhutla menjadi perhatian serius. BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi yang terindikasi terbakar.

“Hotspot terus kami pantau, termasuk kejadian di lapangan. Agustus memang terjadi peningkatan cukup signifikan. Kami terus melakukan penanganan bersama tim dan pihak terkait agar kebakaran tidak meluas,” ujar Adnan.

Pasang Iklan

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kobar, Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 517 titik. Kecamatan tersebut juga mencatat 129 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar sekitar 297,733 hektare.

Sementara itu, Kumai menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar. Dari 156 hotspot dan 71 kejadian karhutla yang tercatat, total lahan terbakar di wilayah tersebut mencapai sekitar 663,91 hektare.

Kecamatan lainnya juga mencatat aktivitas karhutla. Arut Utara memiliki 80 hotspot dan empat kejadian dengan luas terbakar 30,5 hektare. Kotawaringin Lama mencatat 59 hotspot dan delapan kejadian dengan luas 32,1 hektare. Pangkalan Banteng mencatat 17 hotspot dan 13 kejadian dengan luas 26,75 hektare, sedangkan Pangkalan Lada mencatat satu hotspot dan tujuh kejadian dengan luas 8,505 hektare.

Jika dibandingkan, peningkatan pada Agustus terlihat sangat tajam. Pada Juli, BPBD mencatat 62 kejadian dengan luasan terbakar sekitar 110,24 hektare. Memasuki Agustus, jumlah kejadian hampir berlipat menjadi 122 kasus, sementara luasan lahan terbakar melonjak hingga 850,95 hektare.

Adnan mengingatkan kondisi lahan yang kering membuat api berpotensi cepat menjalar. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. “Jangan melakukan pembakaran lahan. Kalau melihat ada api atau asap, segera laporkan supaya bisa ditangani lebih cepat,” tegasnya.

Dengan 830 hotspot, 232 kejadian, dan lebih dari 1.059 hektare lahan terbakar, BPBD Kobar meminta kewaspadaan seluruh masyarakat terus ditingkatkan. Penanganan tidak cukup hanya mengandalkan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan peran masyarakat untuk mencegah munculnya titik api baru agar karhutla tidak semakin sulit dikendalikan.

Pasang Iklan

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!