website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Karhutla Kobar Makin Mengganas, 527 Hotspot Terdeteksi dan 867 Hektar Lahan Terbakar

Petugas saat menangani karhutla di Kobar. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus mengkhawatirkan. Hingga 20 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat 527 titik panas (hotspot), 204 kejadian karhutla, dan 867,49 hektare lahan terbakar sepanjang tahun ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel S.ST., M.T. mengatakan, karhutla masih menjadi ancaman serius karena kejadian kebakaran terus ditemukan di sejumlah wilayah. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, kebakaran terjadi hampir setiap hari.

“Karhutla masih terjadi hampir setiap hari. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan bersama tim di lapangan,” kata Samuel, Kamis (20/8/2026).

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kobar, dari Januari hingga 20 Agustus 2026 terdapat 204 kejadian karhutla. Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas kebakaran, terutama memasuki periode cuaca yang semakin kering.

Pasang Iklan

Lonjakan kejadian terlihat pada Juli dan Agustus. Pada Juli tercatat 62 kejadian, sementara hingga 20 Agustus 2026 jumlah kejadian pada Agustus sudah mencapai 94 kejadian.

Tidak hanya kejadian kebakaran, jumlah hotspot juga melonjak tajam. Data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat total 527 hotspot, dengan 400 titik di antaranya terdeteksi sepanjang Agustus hingga pembaruan 20 Agustus pukul 07.00 WIB.

Arut Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 283 titik, disusul Kumai 131 titik, Arut Utara 65 titik, Kotawaringin Lama 36 titik dan Pangkalan Banteng 12 titik. Sementara Pangkalan Lada tidak tercatat memiliki hotspot dalam rekap tersebut.

Dari sisi kejadian karhutla, Arut Selatan juga berada di posisi teratas dengan 111 kejadian, sedangkan Kumai mencapai 65 kejadian. Kecamatan lainnya yakni Kotawaringin Lama 8 kejadian, Pangkalan Banteng 10 kejadian, Pangkalan Lada 6 kejadian dan Arut Utara 4 kejadian.

Sementara itu, total luasan lahan yang terbakar mencapai 867,49 hektare. Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan luasan terbesar, yakni 588,41 hektare, kemudian Arut Selatan 184,475 hektare dan Arut Utara 30,5 hektare.

Samuel mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan, sekecil apa pun. “Kalau melihat asap atau titik api, segera laporkan agar bisa ditangani secepat mungkin. Pencegahan harus dilakukan bersama supaya api tidak semakin meluas,” ujarnya.

Pasang Iklan

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!