INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kalteng Expo 2025 yang digelar di Palangka Raya sukses mencuri perhatian masyarakat luas. Hingga H-3 sebelum penutupan, total transaksi ekonomi yang tercatat di arena expo nyaris menembus angka Rp3 miliar.
Capaian ini menunjukkan geliat ekonomi daerah yang terus bergerak, terutama dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Hj. Norhani, menyampaikan bahwa peningkatan transaksi terlihat signifikan dari hari ke hari. Berdasarkan data pihaknya, pada 18 Mei 2025 tercatat nilai transaksi sebesar Rp740,9 juta, kemudian meningkat menjadi Rp906,2 juta pada 19 Mei, dan melonjak hingga Rp970 juta pada 20 Mei.
“Kalau dihitung hingga H-3 pelaksanaan, total transaksi hampir menyentuh Rp3 miliar. Ini angka yang sangat menggembirakan bagi kita semua,” ujar Norhani saat ditemui di lokasi expo, Kamis, 22 Mei 2025.
Ia menambahkan, animo masyarakat yang tinggi menjadi salah satu faktor utama pendorong suksesnya penyelenggaraan expo tahun ini. Tidak hanya ramai dikunjungi, Kalteng Expo juga menjadi sarana promosi efektif bagi berbagai produk unggulan lokal yang selama ini belum dikenal luas.
“Antusias pengunjung luar biasa. Ke depan kami akan membuat survei kepuasan pengunjung sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik,” tambah Norhani.
Kalteng Expo 2025 menampilkan berbagai produk kreatif khas Kalteng, mulai dari kerajinan rotan, batik etnik, kuliner tradisional, hingga minuman herbal lokal. Salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung adalah atraksi pembuatan kerajinan getah nyatu langsung di stan-stan pelaku usaha.
Ajang ini bukan sekadar pameran, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah (IKM) mendapatkan peluang besar untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produknya ke masyarakat yang lebih luas, termasuk ke luar daerah.
“Kami melihat bahwa Kalteng Expo menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal dan menjembatani pelaku usaha dengan konsumen,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa expo kali ini bukan hanya berorientasi pada transaksi ekonomi, tetapi juga pada penguatan jejaring bisnis antar pelaku usaha. Sejumlah pelaku UMKM dilaporkan telah menjalin kerja sama dengan distributor dan pembeli dari luar provinsi selama pelaksanaan kegiatan.
“Harapan kami, setelah expo berakhir, transaksi dan kerja sama yang sudah terbentuk tetap berlanjut. Jadi, dampaknya tidak hanya jangka pendek,” ujarnya.
Dengan hasil positif ini, Disdagperin Kalteng berencana menjadikan Kalteng Expo sebagai agenda tahunan yang terus diperbaiki dari sisi kualitas penyelenggaraan dan keberagaman produk. Pemerintah juga akan melibatkan lebih banyak pelaku usaha dari pelosok daerah untuk memperluas cakupan expo.
Kalteng Expo 2025 terbukti menjadi bukti nyata bagaimana sebuah kegiatan pameran bisa memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal, sekaligus membangun kebanggaan terhadap produk-produk daerah sendiri. (Redha/Maulana Kawit)