INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai memperkuat konsolidasi untuk mendukung Nur Ghina Muslimah maju dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar HMI (PB HMI) pada Kongres XXXIII mendatang.
Dukungan tersebut ditegaskan dalam deklarasi dan silaturahmi bakal calon Ketua Umum PB HMI bersama keluarga besar HMI-KAHMI Kalteng di Sekretariat KAHMI, Palangka Raya, Senin, 19 Oktober 2026 malam.
Ketua Harian MW KAHMI Kalteng, Suparman mengatakan, peluang kandidat dari daerah untuk bersaing di tingkat nasional perlu ditopang jaringan yang kuat. Karena itu, komunikasi dengan cabang-cabang HMI di berbagai wilayah harus dibangun jauh sebelum kongres berlangsung.
“Yang penting adalah jaringan yang akan mendukung kita nanti. Untuk membangun jaringan itu sangat penting, karena tanpa itu sudah pasti kita akan hilang di tikungan,” ujarnya.
Suparman menilai, persaingan dalam kongres HMI melibatkan dinamika yang tidak sederhana. Dukungan tidak bisa hanya dikumpulkan menjelang pemilihan, tetapi perlu dipersiapkan melalui komunikasi dan konsolidasi sejak awal.
Ia menyebut, pencalonan Nur Ghina dapat membuka peluang lebih besar bagi perempuan untuk memimpin organisasi mahasiswa tersebut. Namun, dirinya mengingatkan bahwa langkah awal yang perlu diperkuat ialah dukungan resmi dari cabang-cabang HMI.
“Yang pertama harus diamankan itu rekomendasinya dulu. Kalau rekomendasi itu sudah diamankan, pasti Gina sudah menjadi pembicaraan dalam konteks Kongres PB HMI,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum MW KAHMI Kalteng, Daryana, menekankan pentingnya kesatuan sikap kader dan alumni di daerah. Ia berharap dukungan terhadap Nur Ghina tidak berhenti pada deklarasi, tetapi berlanjut dalam kerja konsolidasi yang jelas.
“Kalteng itu harus kompak, artinya satu suara. Deklarasi harus ada yang mendukung dan pendukungnya harus jelas. Apa pun yang terjadi, paling tidak kita di awal ini harus solid dulu,” ucapnya.
Daryana menuturkan, keberanian kader daerah untuk maju dalam kontestasi nasional menjadi momentum penting bagi pengembangan kader HMI di Kalteng. Menurutnya, pencalonan tersebut dapat menjadi dorongan bagi kader lain untuk mengambil peran lebih besar di tingkat nasional.
“Yang terpenting kita ini ada kader yang berani maju, dan tentu modalnya harus Kalteng kompak, satu suara. Ini wujud solidaritas dan komitmen bersama untuk maju, karena ini menjadi vibrasi positif bagi kader-kader ke depan,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar komunikasi dan sosialisasi dukungan diperluas ke cabang-cabang HMI di luar Kalimantan. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan Nur Ghina sekaligus memperkuat peluang dukungan dalam kongres.
“Kita punya kesempatan untuk membuat suara Kalteng lebih kencang. Modalnya bersuara yang kencang dulu, supaya bisa memengaruhi cabang-cabang lain, bukan hanya di Kalimantan, tetapi juga secara nasional,” tutur Daryana.
Deklarasi tersebut dihadiri pengurus KAHMI, alumni, kader HMI, serta keluarga Nur Ghina Muslimah. Kehadiran mereka menjadi bagian dari dukungan moral dan organisatoris terhadap rencana pencalonan kader asal Kalteng itu.
Kongres HMI XXXIII direncanakan berlangsung di Bandar Lampung pada 26 November hingga 11 Desember 2026. Menjelang agenda tersebut, konsolidasi dan penggalangan rekomendasi cabang menjadi salah satu langkah yang akan menentukan kekuatan dukungan bagi para kandidat ketua umum.
Editor: Andrian