INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Reza Prabowo memastikan Program 1.000 Rumah Guru Berkah dengan skema DP 0 persen bukan sekadar wacana.
Pernyataan itu disampaikannya saat menerima audiensi Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Kalimantan Tengah (P3K) di Aula Pintar Dinas Pendidikan Kalteng, Senin, 7 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Aliansi P3K mempertanyakan perkembangan program, mulai dari lokasi pembangunan, jumlah penerima manfaat, besaran anggaran, hingga persyaratan bagi guru yang berhak mengikuti program.
Reza mengatakan, program tersebut disiapkan untuk membantu guru yang belum memiliki rumah layak melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dan Bank Kalteng.
“Program ini lahir karena kami menemukan masih ada guru yang belum memiliki rumah layak, bahkan ada yang tinggal di laboratorium sekolah. Kami ingin mempermudah akses kepemilikan rumah melalui skema yang lebih ringan, bukan membebani guru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap guru yang memenuhi persyaratan akan memperoleh subsidi uang muka sebesar Rp10 juta. Selain itu, peserta program juga mendapat masa tenggang pembayaran cicilan selama tiga bulan setelah akad kredit.
Menurut Reza, pemerintah juga menyiapkan sistem pendaftaran berbasis digital agar seluruh guru di Kalteng dapat mengakses program tersebut secara terbuka dan transparan.
Ia berharap kemudahan tersebut dapat membantu lebih banyak guru memiliki rumah sendiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di Kalteng.
“Kami ingin program ini benar-benar dirasakan para guru yang membutuhkan. Karena itu, prosesnya dibuat terbuka dan mudah diakses agar semakin banyak guru yang bisa memiliki rumah layak,” pungkasnya.
Editor: Andrian