INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berencana mengusulkan peningkatan jasa bagi pramubakti dan tenaga administrasi sekolah. Langkah itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendukung pendidikan di daerah.
Rencana tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat menerima audiensi Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Kalimantan Tengah (P3K) di Aula Pintar Disdik Kalteng, Senin, 7 Juli 2026.
Dalam audiensi itu, Koordinator Aliansi P3K, Joseph F.J.W., meminta penjelasan terkait program jasa pramubakti, mulai dari sasaran penerima, besaran anggaran, hingga cakupan program tersebut, apakah hanya berlaku di lingkungan Dinas Pendidikan atau juga untuk SMA, SMK, dan SKH di seluruh Kalteng.
Menanggapi hal itu, Reza mengatakan, peningkatan kesejahteraan tenaga pendukung pendidikan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
“Guru-guru kita, pramubakti, tenaga administrasi, termasuk guru yang belum lulus PPPK atau belum masuk guru kontrak, ini menjadi fokus utama kita. Salah satunya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah akan mengusulkan peningkatan jasa pramubakti dan tenaga administrasi agar nilainya bisa disetarakan atau setidaknya mendekati Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalteng.
Reza menilai, peningkatan kesejahteraan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi tenaga pendukung pendidikan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik di sekolah.
“Kita akan mengusulkan peningkatan jasa pramubakti dan jasa tenaga administrasi agar bisa kita setarakan atau setidaknya kita tingkatkan mendekati Upah Minimum Provinsi Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Editor: Andrian