website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Inflasi Kalteng Tembus 4,47 Persen, Beras hingga Cabai Jadi Pemicu Utama

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko saat mengikuti rapat dari Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 13 Juli 2026. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar secara virtual dan dipimpin Kementerian Dalam Negeri serta diikuti pemerintah daerah seluruh Indonesia, pada Senin, 13 Juli 2026.

Mewakili Gubernur Kalteng, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko mengikuti rapat dari Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng.

Rakor tersebut membahas perkembangan Sensus Ekonomi 2026, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Versi 3, serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan, tren inflasi nasional terus meningkat dalam tiga bulan terakhir. Inflasi tahunan tercatat naik dari 2,42 persen pada April menjadi 3,08 persen pada Mei, lalu mencapai 3,34 persen pada Juni 2026.

Pasang Iklan

“Kita harus berusaha agar inflasi tidak menyentuh batas atas 3,5 persen agar tidak memberatkan masyarakat. Penyumbang utama inflasi adalah kelompok makanan, minuman, tembakau, sektor transportasi, dan peralatan pribadi, yaitu emas yang fluktuatif,” kata Tito.

Ia menambahkan, inflasi bulanan pada Juni 2026 juga meningkat menjadi 0,44 persen, lebih tinggi dibandingkan Mei yang sebesar 0,28 persen.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, sejumlah komoditas pangan mulai mengalami kenaikan harga, seperti bawang merah, bawang putih, beras, wortel, dan ikan segar. Minyak goreng juga mulai menunjukkan tren kenaikan.

Menurut Amalia, kenaikan harga ikan segar dipengaruhi naiknya harga solar dan kondisi cuaca yang kurang mendukung aktivitas penangkapan ikan.

“Kenaikan harga solar memicu kenaikan harga ikan segar di samping cuaca yang kurang baik untuk penangkapan ikan. Ikan segar mengalami inflasi year-on-year sebesar 8,87 persen di 36 provinsi,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, BPS juga menyampaikan perkembangan pemutakhiran DTSEN Versi 3. Hingga 10 Juli 2026, data tersebut telah memuat 290.125.073 data individu dan 95.980.577 data keluarga dengan tingkat pemutakhiran mencapai 33,13 persen.

Pasang Iklan

“DTSEN adalah data yang dinamis, sehingga pemutakhiran menjadi keharusan,” tegas Amalia.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meminta pemerintah daerah mendukung pembaruan DTSEN karena menjadi dasar penyaluran bantuan sosial dan pelaksanaan berbagai program pemerintah.

“Tanpa pemerintah daerah, pemutakhiran dan pemanfaatan DTSEN tidak akan maksimal. Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026, sukseskan pemutakhiran DTSEN, dan pembaruan sistem digitalisasi pelaporan,” ucapnya.

Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan Kalteng pada Juni 2026 mencapai 4,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,61. Komoditas yang paling besar menyumbang inflasi di antaranya beras, bensin, minyak goreng, ikan nila atau patin, serta cabai rawit.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!