INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Tidak ada satupun Anggota DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), aktivis yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari dua kampus yaitu Universitas Antakusuma (Untama) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Borneo Cendikia Medika Pangkalan Bun gagal melakukan audiensi dengan para anggota legislatif tersebut, Senin (12/9/2022).
Puluhan mahasiswa dari dua kampus tersebut hanya ditemui oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Abdul Wahab yang menjelaskan alasan kenapa anggota legislatif tersebut hari itu tidak ada satupun di tempat tersebut untuk menemui mahasiwa.
“Sebenarnya para anggota legislatif saat ini sudah berada di Pangkalan Bun usai melakukan kunjungan kerja ke luar kota. Namun kebetulan hari ini, orang tua Ketua Komisi B Alman Riansyah meninggal. Lokasinya di Kecamatan Pangkalan Banteng. Sehingga mayoritas anggota dewan melayat kesana semua,” jelas Sekwan.
“Saat para mahasiswa mengirimkan surat ke DPRD Kobar untuk melakukan audiensi tanggal 8 September 2022, pihaknya menyampakan bahwa seluruh anggota legislatif sedang kunker,” lanjut Abdul Wahab.
Lantaran tadi sudah berada di Kobar semua, Abdul Wahab mengusulkan kepada mahasiswa mengenai waktu pertemuan dengan anggota dewan dilakukan pukul 10.00 WIB.
“Tetapi lantaran mahasiwa masih belum siap, maka mereka minta pukul 14.00 WIB. Nah lantaran siang harinya anggota dewan melayat orang tua Alman Riansyah, sehingga tidak ada anggota dewan yang bisa menemui mahasiwa hari ini,” ternangnya.
Menurut Sekwan, setelah pihaknya berkoordinasi dengan anggota dewan, rencananya pertemuan diundur pada hari berikutnya yaitu Selasa, 13 September 2022 pukul 14.00.
“Kami harapkan mahasiswa bisa maklum. Saya rasa tidak ada maksud anggota dewan untuk menolak menemui mahasiwa, namun lantaran kebetulan hari ini orang tua Alman Riansyah meninggal dunia di Kecamatan Pangkalan Banteng dan mereka semua melayat kesana,” tutur Sekwan.
Terkait hal ini, para mahasiswa menyampaikan kekecewaannya lantaran tidak ada satupun anggota DPRD yang menemui mereka hari ini.
Fitki Arba Putra dari BEM Stikes menyatakan ini merupakan kali kedua upaya mereka menemui anggota DPRD Kobar untuk melakukam audiensi namun berakhir dengan kegagalan.
“Berbagai macam alasan yang dikemukakan oleh para anggota DPRD tersebut. Sebenarnya tujuan kami datang untuk melakukan audiensi adalah untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat di negara ini yaitu kenaikan harga BBM dan minta tanggapan serta upaya apa yang dilakukan para anggota DPRD untuk menyikapi keluhan masyarakat tersebut,” ujar Fitki Arba Putra.
Di tempat yang sama Gusti Fahriansyah dari BEM Fakultas Ekonomi Untama menyampaikan bahwa selain untuk melakukan audiensi, pihaknya juga bermaksud untuk menyampaikan penolakan tegas atas kenaikan harga BBM yang tentunya membebani sebagian besar rakyat.
“Namun upaya kami menemui anggota DPRD kembali gagal. Karena tidak ada satupun dari mereka yang menemui kami disini. Bila pertemuan besok ternyata kami tidak bisa ditemui, pastinya akan memunculkan gejolak di kalangan mahasiswa. Namun untuk rencana aksi berikutnya kami masih menunggu situasi dan kondisi di lapangan,” beber Gusti Fahriansyah.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian