INTIMNEWS.COM PALANGKA RAYA – Kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, ke SMK Negeri 1 Hanau, Kabupaten Seruyan, pada Sabtu (4/10/2025), meneguhkan fokus pemerintah provinsi dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi di daerah. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kebijakan strategis untuk memastikan akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat secara merata, terutama di wilayah pelosok. (Sabtu, 4 Oktober 2025)
Kehadiran Gubernur disambut hangat oleh ratusan siswa, tenaga pendidik, dan masyarakat yang memadati lingkungan sekolah. Antusiasme tampak sejak rombongan tiba, didampingi Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas, beserta sejumlah pejabat daerah lainnya. Bagi warga setempat, kunjungan orang nomor satu di Kalimantan Tengah ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan aspirasi serta melihat langsung arah pembangunan yang sedang diprioritaskan pemerintah.
Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah peninjauan fasilitas pembelajaran berbasis digital melalui penggunaan papan tulis interaktif yang mulai diterapkan di ruang kelas. Inovasi ini merupakan bagian dari program digitalisasi pendidikan yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menghadapi tuntutan pembelajaran modern yang menekankan kecepatan akses informasi, literasi digital, dan kesiapan sumber daya manusia masa depan.
Dalam kesempatan itu, Agustiar Sabran berdialog langsung dengan para pelajar. Ia menyampaikan motivasi dan pesan moral mengenai pentingnya disiplin, kerja keras, dan akhlak sebagai fondasi utama keberhasilan. Menurutnya, kecerdasan akademik tidak akan berarti jika tidak diiringi integritas serta karakter yang baik. Pesan tersebut disambut tepuk tangan para siswa yang memadati ruang aula tempat kegiatan berlangsung.
Gubernur juga menyoroti isu yang kerap mengancam masa depan generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan judi online. Ia menegaskan bahwa ancaman tersebut dapat merusak masa depan pelajar dan menghancurkan potensi generasi emas Indonesia. “Adik-adik harus rajin belajar, berdoa, dan berusaha. Jangan pernah terjerumus dengan hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri dan keluarga. Hormati orang tua dan guru, karena doa dan restu mereka sangat penting untuk keberhasilan kalian,” tegasnya.
Selain sektor pendidikan, rombongan juga meninjau layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di lingkungan sekolah. Pelayanan tersebut mencakup pengecekan kesehatan dasar dan konsultasi medis tanpa biaya. Program ini mendapatkan apresiasi luas dari warga, terutama para orang tua yang mengaku terbantu karena layanan kesehatan masih sulit dijangkau di daerah tertentu akibat keterbatasan sarana dan jarak fasilitas pelayanan medis.
Tidak berhenti pada aspek pendidikan dan kesehatan, pemerintah provinsi juga menggelar pasar murah sebagai upaya konkrit meringankan beban ekonomi masyarakat. Harga kebutuhan pokok yang dijual lebih rendah dari pasaran menjadi daya tarik utama, sehingga warga memadati area kegiatan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Program ini menjadi langkah stimulus ekonomi sekaligus penguatan ketahanan pangan masyarakat di tengah ketidakstabilan harga sejumlah komoditas.
Sebagai rangkaian penutup kunjungan, Gubernur bersama jajaran menanam pohon di lingkungan sekolah sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup. Aksi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya menjaga alam serta memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. Penanaman pohon dilakukan dengan melibatkan para siswa, menjadikannya pembelajaran langsung tentang tanggung jawab ekologis.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmen untuk membangun daerah secara menyeluruh, bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga penguatan sumber daya manusia. Pemerataan akses pendidikan digital, kesehatan, dan ekonomi menjadi pijakan utama untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing tinggi. Program yang dijalankan di Hanau menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di ibu kota provinsi, melainkan menyentuh wilayah kecamatan sebagai ujung tombak kemajuan daerah.
Gubernur berharap seluruh program yang sedang berjalan dapat terus ditingkatkan dan didukung berbagai pihak, termasuk sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sebab, kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup tidak akan berarti tanpa partisipasi seluruh elemen. Dengan kerja bersama dan semangat gotong royong, Kalimantan Tengah ditargetkan menjadi daerah yang mampu mencetak generasi unggul serta mendorong percepatan tercapainya Indonesia Emas 2045.
Penulis : Redha
Editor : Andrian