website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Gubernur Sugianto Paparkan Keberhasilan Food Estate di Kalteng, Ini Lengkapnya

TINJAU – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat meninjau lokasi Food Estate. (Istimewa)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pembangunan Food Estate Kalimantan Tengah (FE Kalteng) telah dimulai pada 2020 dan terus berlangsung sampai sekarang. Pengembangan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dilakukan secara bertahap berkaitan dengan diperlukannya kesesuaian dan kesiapan lahan, petani, dan infrastruktur tata air di lokasi yang akan dikembangkan.

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, meyakini Program Food Estate dapat mendorong peningkatan perekonomian di Kalteng.

“Program Strategis Nasional Food Estate di Kalimantan Tengah akan memberikan multiplier effect bagi semua sektor, peningkatan kesejahteraan petani hingga penyerapan tenaga kerja, yang pada akhirnya menjadi daya ungkit perekonomian di Kalimantan Tengah. Peluang ini harus ditangkap dan dijalankan serius dan fokus dengan melibatkan stakeholders terkait dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ucap Guberrnur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran di Palangka Raya, Kamis (10/03/2022).

Menurut Gubernur Sugianto Sabran Program Strategis Nasional (PSN) yang dipercayakan kepada Provinsi Kalimantan Tengah oleh pemerintah pusat, tentu bukan hanya didasari ketersediaan lahan yang luas, namun melalui pertimbangan yang matang dari segala aspek. Food estate merupakan strategi pemerintah dalam mengantisipasi krisis pangan di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Di sisi lain, dengan ditetapkannya Ibu Kota Negara (IKN) baru di Nusantara Provinsi Kalimantan Timur, Kalteng harus mempersiapkan diri dengan baik, terlebih Bumi Tambun Bungai berada di posisi poros/center.

Pasang Iklan

Kegiatan intensifikasi di Kawasan Food Estate dimulai tahun 2020 dan dilanjutkan pada 2021, telah dilaksanakan pada luasan lebih dari 42 ribu hektar.

TINJAU – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan pejabat yang lain saat meninjau lokasi Food Estate. (Istimewa)

Hasil produksi pada lokasi pengembangan tahun 2020 pada luasan lebih dari 29 ribu hektare mencapai 114.611 ton GKG (Gabah Kering Giling), sedangkan pada lokasi pengembangan tahun 2021 pada luasan lebih dari 13 ribu hektare mencapai 47.589 ton GKG.

Hasil produksi gabah kering giling dari lokasi intensifikasi lahan tahun 2020 maupun 2021 menunjukkan kenaikan produksi jika dibandingkan dengan produksi sebelum adanya kegiatan intensifikasi lahan Food Estate Kalteng. Kenaikan produksi tersebut mencapai 15,3 persen untuk produksi tahun 2020, dan sebesar 11,5 persen untuk produksi tahun 2021. Pencapaian lainnya adalah peningkatan indeks pertanaman pada lokasi-lokasi tertentu yang meningkat sekitar 37 persen.

Pada tahun 2022 lokasi yang dikembangkan memasuki musim panen. Saat ini pada Kecamatan Bataguh dengan luas sawah 3.677 ha di beberapa lokasi sawah sedang panen diantaranya di Desa Terusan Mulya, Terusan Karya, dan Terusan Makmur. Lokasi yang telah dipanen seluas 420 ha dengan varietas padi Hibrida yang hasilnya mencapai 7 ton per ha.

Sawah di Desa Warna Sari, Kecamatan Tamban Catur juga telah mulai memasuki musim panen pada bulan Maret ini.

Lokasi lainnya yang sudah mulai panen adalah di Poktan Sri Makmur, Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu pada hamparan dalam kelompok seluas 84 hektar padi Inbrida varietas Inpari 32 dan Inpari 33 yang menghasilkan produksi sekitar 7,8 ton/hektar.

Pasang Iklan

Di tempat lain seperti Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu juga sudah mulai memasuki musim panen.

“Kita bicara fakta bukan asumsi, ada pihak yang meragukan keberhasilan Food Estate, bahkan meragukan keseriusam pemerintah provinsi menanganai Food Estate. Jangan melempar retorika, di sini kita turun ke lapangan memantau setiap saat, bukan membaca laporan di belakang meja,” beber Sugianto sabran beberapa waktu lalu.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtkultura dan Peternakan saat ini sedang menyiapkan penangkaran benih padi Inbrida di Kabupaten Pulang Pisau seluas 113 ha dan Kabupaten Kapuas 308 hektar yang terdiri dari benih Inpara 3, Inpari 33, Inpari 32, Inpari 36, Inpari 37 Inpari 42 dan Inpari 1R Nutri Zink.

Total benih yang dapat dihasilkan mencapai 1.100 ton, yang dapat memenuhi kebutuhan benih di Provinsi Kalimantan Tengah untuk musim tanam April-September 2022, sehingga menjadikan Kalimantan Tengah mandiri benih padi Inbrida. Lokasi penangkaran benih ini berada pada lahan petani yang mendapatkan bantuan Program Food Estate tahun 2020/2021 yang lalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtkultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Riza Rahmadi, menyebut bahwa pengembangan Food Estate Kalteng melalui kegiatan intensifikasi lahan memiliki fokus pada peningkatan produktivitas lahan, indeks pertanaman dan produktivitas hasil.

Dengan dasar pelaksanaan kegiatan pada lahan petani, maka petani menjadi subjek dari pembangunan/pengembangan Food Estate Kalteng.

Pasang Iklan

“Petani adalah subjek bukan objek, petani lah yang mendapatkan manfaat besar dari Program Food Estate, karena memang itu konsep Bapak Gubernur sedari awal, mulai melangkah dari peningkatan kesejahteraan petani, dengan kesejahteraan yang meningkat akan mampu menumbuhkan produktivitas yang tinggi, dan pada akhirnya program ini akan berkontribusi menyejahterakan rakyat Kalimantan Tengah,” tegas Riza.

Program Food Estate ini juga diarahkan pada kegiatan multi-komoditas di lahan petani dengan tujuan untuk menghasilkan ragam produk pertanian selain padi. Multi-komoditas yang telah dikembangkan meliputi budidaya tanaman hortikultura (buah dan sayuran) seluas lebih dari 450 hektar, ternak itik sebanyak 55 ribu ekor, dan kelapa genjah lebih dari 140 ribu batang pohon.

Hasil dari peternakan itik yang diusahakan kelompok sebanyak 500 ekor mampu menghasilkan telur itik rata-rata per bulan sebanyak 8.573 butir telur, yang dijual oleh petani dalam bentuk telur segar dan telur asin.

Dengan semakin produktifnya lahan, meningkatnya produksi padi secara gradual dan pula dihasilkan produk pertanian multi komoditas, maka hasil Program Food Estate di Kalteng semakin nyata untuk kesejahteraan petani dan menunjang peningkatan ketahanan pangan wilayah.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran