INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Katingan menggelar sosialisasi eliminasi perundungan, kekerasan, dan pelecehan seksual di jenjang SMP tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Disdik Katingan, Kecamatan Katingan Hilir, Kamis (18/9/2025).
Sosialisasi tersebut menyasar Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Satuan Pendidikan (PPKSP) serta Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) Satuan Pendidikan. Program ini sekaligus menjadi persiapan bagi sekolah dalam melaksanakan kegiatan pencegahan pada 2026.
Plt Kepala Disdik Katingan, Arianson, S.Pd, SD, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program eliminasi perundungan, kekerasan, dan pelecehan seksual yang telah berjalan hingga 2025.
“Dalam hal ini, kita bekerja sama dengan Polres Katingan dan Dinas P3AP2KB Kabupaten Katingan,” ungkap Plt Kadisdik Arianson saat membaca sambutan.
Menurut Arianson, sosialisasi tersebut digelar di sejumlah kecamatan. Kegiatan perdana berlangsung di Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, pada 9 September.
Lebih lanjut di Kecamatan Pulau Malan pada 11 September, Kecamatan Bukit Raya pada 16 September, serta di Aula Disdik Katingan pada 16 dan 18 September.
Agenda berikutnya, kata dia, dijadwalkan di Kecamatan Petak Malai pada 23 September 2025. “Kegiatan ini mengusung tema, Serentak Bergerak Berantas Kekerasan di Satuan Pendidikan Demi Terciptanya Lingkungan Sekolah yang Aman, Kondusif, dan Menyenangkan untuk Menghadirkan Layanan Pendidikan Bermutu bagi Semua,” jelasnya.
Arianson menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menciptakan sekolah yang bebas dari kekerasan. Menurutnya, pemahaman yang diberikan melalui kegiatan ini bisa membantu guru dan tenaga kependidikan lebih siap mencegah kasus perundungan maupun pelecehan seksual.
“Selain itu, peserta dapat mengetahui bagaimana agar tidak sampai terjadi perundungan, kekerasan, pelecehan seksual, maupun hal-hal yang merugikan. Dengan begitu, tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif,” katanya.
Ia berharap para peserta yang jumlahnya mencapai ratusan orang dapat mengikuti kegiatan dengan serius.
“Ikutilah dengan baik dan sungguh-sungguh. Gunakan waktu yang singkat ini untuk benar-benar memahami tujuan dari kegiatan ini,” tegas Arianson.
Editor: Andrian