INTIMNEWS.COM, PURUK CAHU – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Murung Raya menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan berikutnya. Meski mendukung, fraksi tersebut menyampaikan sejumlah catatan yang dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pandangan itu disampaikan Juru Bicara Fraksi PKB, Akhirudin, dalam Rapat Paripurna DPRD Murung Raya dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Puruk Cahu, Jumat (5/6/2026).
Menurut Akhirudin, laporan pertanggungjawaban APBD tidak hanya menjadi dokumen administrasi keuangan, tetapi juga harus menjadi bahan evaluasi terhadap efektivitas program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.
Fraksi PKB, kata dia, memberikan dukungan terhadap pembahasan Raperda tersebut karena menilai pengelolaan keuangan daerah telah menunjukkan capaian yang positif. Namun, pemerintah tetap perlu melakukan pembenahan pada sejumlah sektor pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Salah satu perhatian utama Fraksi PKB ialah peningkatan kualitas pendidikan di wilayah pedalaman. Akhirudin meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperkuat pengawasan terhadap kehadiran dan kinerja tenaga pendidik yang bertugas di desa-desa, terutama di kawasan terpencil.
Menurutnya, pemerataan layanan pendidikan tidak hanya bergantung pada pembangunan sarana, tetapi juga ditentukan oleh kedisiplinan tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya.
“Monitoring terhadap kehadiran guru harus dilakukan secara berkala agar hak masyarakat memperoleh pendidikan yang layak dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Fraksi PKB juga meminta Dinas Kesehatan meningkatkan pengawasan terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas pembantu, pos kesehatan desa, maupun fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terpencil.
Akhirudin menilai masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan tetap berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa terkendala minimnya kehadiran tenaga medis.
Selain pelayanan dasar, Fraksi PKB menyoroti ancaman penyalahgunaan narkotika yang mulai menyasar kalangan pelajar. Menurut Akhirudin, persoalan tersebut membutuhkan langkah pencegahan melalui edukasi sejak usia sekolah.
Ia meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan membangun kolaborasi dalam memberikan sosialisasi secara rutin mengenai bahaya narkotika kepada peserta didik.
“Kami menaruh perhatian serius terhadap ancaman narkoba yang mulai masuk ke dunia pendidikan. Edukasi harus dilakukan sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik mengenai dampak penyalahgunaan narkotika,” katanya.
Akhirudin menilai pencegahan menjadi langkah yang lebih efektif dibandingkan penanganan setelah penyalahgunaan terjadi. Karena itu, sekolah perlu menjadi salah satu pusat edukasi dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap pengaruh negatif.
Dalam kesempatan tersebut, Fraksi PKB juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya atas keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Tengah atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025.
Menurut Akhirudin, opini WTP merupakan indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan sesuai standar akuntansi pemerintahan. Capaian tersebut, katanya, merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh perangkat daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan agar prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
“Kami mengajak seluruh organisasi perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, serta keikhlasan demi kemajuan Kabupaten Murung Raya,” tuturnya.
Penulis : JMY/MAULANA K
Editor : Andrian