INTIMNEWS.COM, PURUK CAHU – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Olivia Wiswanti, menilai keluarga memegang peran paling penting dalam mencegah stunting. Menurut dia, perhatian terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pernyataan itu disampaikan Olivia sebagai dukungan terhadap pelaksanaan Sosialisasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUKKB) Kabupaten Murung Raya di Desa Penyang, Kecamatan Murung.
Olivia mengatakan keberhasilan menurunkan angka stunting tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah. Keterlibatan keluarga, terutama orang tua, menjadi faktor utama dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup, pelayanan kesehatan yang memadai, serta pola pengasuhan yang tepat.
“Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan fase yang sangat menentukan kualitas pertumbuhan anak. Karena itu, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan asupan gizi, kesehatan, dan pola asuh anak terpenuhi dengan baik,” kata Olivia, Rabu (22/7/2026).
Politikus Partai Golkar itu mengapresiasi pelaksanaan Program DASHAT yang dinilai memberikan manfaat nyata melalui edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui, kader posyandu, serta keluarga yang memiliki balita mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang.
Menurutnya, peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi salah satu langkah strategis dalam mencegah stunting sejak dini. Dengan pemahaman yang baik, keluarga akan lebih siap memenuhi kebutuhan nutrisi anak sesuai tahap pertumbuhannya.
Olivia juga mendorong masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga. Selain mudah diperoleh, bahan pangan lokal dinilai lebih terjangkau dan memiliki kandungan nutrisi yang memadai apabila diolah secara benar.
Ia menilai pemanfaatan potensi pangan lokal juga dapat mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk pangan dari luar daerah.
Lebih jauh, Olivia berharap kegiatan edukasi seperti Program DASHAT tidak berhenti di satu wilayah, tetapi terus diperluas hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Murung Raya.
Menurut dia, pemerataan edukasi akan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menekan prevalensi kasus di daerah.
Olivia menegaskan penanganan stunting memerlukan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dunia pendidikan, hingga tokoh masyarakat harus berjalan beriringan agar program yang dijalankan lebih efektif.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pencegahan stunting bukan hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Stunting adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang baik dan peran aktif keluarga, saya optimistis upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Murung Raya dapat berjalan lebih efektif dan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, serta berkualitas,” ujarnya.
Olivia berharap komitmen bersama dalam mendukung program percepatan penurunan stunting terus diperkuat sehingga setiap anak di Kabupaten Murung Raya memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Penulis: JMY/MAULANA K
Editor: Andrian