INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Geliat ekonomi di Kabupaten Seruyan mulai terasa kembali, terutama di kawasan pedesaan yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan kelapa sawit. Kenaikan harga tandan buah segar (TBS) beberapa bulan terakhir menjadi angin segar bagi petani, setelah sempat lesu akibat fluktuasi harga komoditas.
Kondisi itu turut disoroti Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Ferry Khaidir. Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut menyebut, peningkatan harga sawit telah membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali berkebun.
“Perekonomian masyarakat, khususnya di pedesaan, saat ini cukup menggeliat. Aspirasi yang paling sering kami terima adalah soal kebutuhan bibit sawit dan ketersediaan pupuk. Karena harga sawit sedang bagus, semangat masyarakat untuk berkebun pun tinggi,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Ferry menyampaikan hal itu usai melaksanakan kegiatan reses perorangan di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng II, yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan. Dalam dialog bersama warga, ia menyerap beragam aspirasi yang menggambarkan tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan perkebunan rakyat, namun masih menghadapi keterbatasan dukungan sarana produksi.
Menurut Ferry, peningkatan aktivitas ekonomi di sektor sawit harus diimbangi dengan kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada petani. Ia menilai, tanpa pendampingan yang memadai, semangat masyarakat untuk berkebun bisa redup kembali ketika harga sawit turun atau saat petani kesulitan memperoleh pupuk dan bibit unggul.
“Pemerintah harus hadir untuk mendampingi masyarakat, memastikan bahwa semangat berkebun ini bisa memberikan hasil ekonomi yang konsisten, bukan hanya sesaat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar petani di Seruyan masih mengandalkan modal pribadi dengan sistem gotong royong dalam mengelola kebun. Sementara itu, akses terhadap pupuk bersubsidi, bibit unggul, serta pelatihan pengelolaan kebun berkelanjutan masih sangat terbatas. Kondisi ini, kata Ferry, berpotensi menghambat optimalisasi potensi ekonomi desa jika tidak segera diintervensi oleh pemerintah.
Selain dukungan input pertanian, Ferry menilai penting pula adanya perencanaan jangka panjang untuk memperkuat daya saing petani sawit rakyat. Pemerintah daerah, lanjutnya, bisa berperan dalam memfasilitasi akses pasar, membantu pembentukan koperasi tani, serta mendorong kemitraan yang adil dengan perusahaan besar agar nilai tambah hasil perkebunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat harus terus ditingkatkan. Sektor pertanian rakyat, termasuk sawit, masih menjadi tulang punggung ekonomi Seruyan. Bila dikelola dengan baik, potensi ini tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi desa, tetapi juga menjadi fondasi kemandirian daerah,” pungkasnya.
Editor: Andrian