INTIMNEWS.COM, PURUK CAHU – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Susilo, menekankan bahwa pelestarian budaya daerah tidak boleh dipahami sebagai kegiatan seremonial yang hanya muncul pada momen tertentu seperti festival tahunan. Menurut dia, budaya merupakan identitas yang melekat pada masyarakat dan harus dijaga secara berkelanjutan agar tidak terkikis oleh arus modernisasi yang semakin kuat.
Ia menilai, kecenderungan sebagian masyarakat yang hanya menghidupkan budaya saat perayaan atau perlombaan berpotensi membuat nilai-nilai tradisi kehilangan makna substansial. Padahal, kata dia, budaya seharusnya hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara berinteraksi, sistem nilai, hingga pendidikan di lingkungan keluarga.
Susilo menyebut, pelestarian budaya perlu dibangun melalui kesadaran kolektif yang dimulai dari lingkungan paling kecil. Keluarga, sekolah, dan komunitas masyarakat disebutnya memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan pada saat festival saja, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan, pembinaan, dan keterlibatan generasi muda, budaya daerah akan tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Susilo, Senin (24/05/2026).
Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, masyarakat Murung Raya perlu menempatkan budaya lokal sebagai kebanggaan bersama, bukan sekadar warisan masa lalu. Menurutnya, budaya adalah identitas yang membedakan suatu daerah sekaligus menjadi kekuatan sosial yang mempererat hubungan antarwarga.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses pelestarian budaya. Menurut Susilo, anak muda memiliki posisi strategis karena berada di persimpangan antara tradisi dan modernitas. Karena itu, mereka perlu diberi ruang yang cukup untuk mengenal, memahami, dan mengembangkan budaya daerah.
Ia mendorong agar kegiatan seni dan budaya tidak hanya difokuskan pada ajang perlombaan, tetapi juga diperluas dalam bentuk pendidikan, pelatihan, serta ruang ekspresi kreatif yang dapat diakses oleh generasi muda secara lebih luas.
Susilo menilai, perkembangan teknologi dan media sosial dapat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelestarian budaya. Jika dimanfaatkan dengan baik, platform digital dapat menjadi sarana promosi budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda yang akrab dengan teknologi.
Selain itu, ia menilai bahwa keberhasilan Murung Raya dalam berbagai ajang kebudayaan, termasuk Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026, harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pelestarian budaya. Prestasi tersebut dianggap sebagai bukti bahwa potensi budaya daerah masih sangat kuat dan memiliki daya saing.
Menurutnya, capaian di FBIM tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi harus menjadi dorongan untuk memperkuat pembinaan seni dan budaya secara lebih sistematis dan berkelanjutan di tingkat daerah.
“Prestasi yang diraih di FBIM ini hendaknya menjadi pemacu semangat bagi seluruh masyarakat untuk terus mendukung pelestarian budaya daerah. Dengan kebersamaan, saya yakin Murung Raya akan terus berprestasi dan menjadi daerah yang kaya akan budaya serta tradisi,” ujarnya.
Susilo juga menegaskan bahwa DPRD Murung Raya akan terus memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah yang berorientasi pada pelestarian budaya. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk memastikan budaya tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman.
Ia menambahkan, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Peran aktif masyarakat, tokoh adat, lembaga pendidikan, serta generasi muda menjadi faktor penentu keberhasilan menjaga keberlanjutan budaya daerah.
Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, Susilo berharap budaya Murung Raya tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan dikenal lebih luas sebagai bagian dari identitas Kalimantan Tengah yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal. (Jmy/Maulana K)