INTIMNEWS.COM, PURUK CAHU – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Mahyono, menilai generasi muda di daerahnya menunjukkan kapasitas yang kuat dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya lokal. Ia menyebut, keterlibatan anak muda dalam berbagai kegiatan seni dan budaya menjadi faktor penting dalam mempertahankan identitas daerah di tengah perubahan zaman.
Pernyataan itu disampaikan Mahyono menyusul capaian kontingen Murung Raya yang berhasil meraih Juara Umum III pada ajang Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil tersebut dinilai sebagai cerminan meningkatnya kualitas dan partisipasi generasi muda dalam bidang kebudayaan.
Menurut Mahyono, prestasi yang diraih tidak hanya mencerminkan kemampuan kompetitif, tetapi juga menunjukkan konsistensi dalam menjaga nilai-nilai budaya daerah di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.
“Pada penutupan FBIM 2026 sekaligus puncak HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Murung Raya ditetapkan sebagai Juara Umum III. Ini capaian yang membanggakan,” kata Mahyono, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja kolektif para peserta yang turun di berbagai cabang lomba, sekaligus dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Sejumlah cabang lomba turut menyumbang poin bagi Murung Raya. Di antaranya Juara I Sepak Sawut dan Manjawet Uwei, Juara II Karnaval Budaya, serta Penyaji Terfavorit pada Parade Tari yang menjadi salah satu kategori unggulan dalam festival tersebut.
Selain itu, Murung Raya juga mencatatkan prestasi pada Stand Pameran Terbaik I, Juara II Besei Kambe, Juara IV Mangaruhi, Juara VI Mangenta, serta penghargaan individu seperti Jagau dan Nyai Terfavorit, Jagau Berbakat, dan Nyai Intelegensia.
Mahyono menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Murung Raya memiliki daya saing di bidang seni dan budaya. Ia menyebut, hal ini sekaligus menjadi indikator bahwa proses regenerasi pelestari budaya berjalan cukup baik di daerah.
Ia menekankan pentingnya ruang bagi generasi muda untuk terus terlibat dalam kegiatan kebudayaan. Menurutnya, tanpa keterlibatan aktif anak muda, keberlanjutan budaya daerah akan sulit terjaga.
Sebagai legislator dari Fraksi PKB, Mahyono mendorong agar kegiatan seperti FBIM tidak hanya menjadi ajang tahunan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda secara berkelanjutan.
Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus nilai-nilai tradisi.
Mahyono berharap capaian Murung Raya pada FBIM 2026 dapat menjadi pemicu semangat bagi generasi muda lainnya untuk lebih aktif dalam kegiatan seni dan budaya di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus terlibat dalam pelestarian budaya. Ini bukti bahwa mereka mampu menjaga dan mengembangkan warisan budaya leluhur,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi Murung Raya dalam memperkuat identitas budaya daerah di tengah dinamika perkembangan zaman yang semakin cepat. (Jmy/Maulana K)