INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Putaran balik atau u-turn di Jalan HM Arsyad, tepat di depan Jalan Teratai IV, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kembali menjadi sorotan. Titik tersebut kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas dan memicu keluhan warga.
Sekretaris Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), M Abadi, mendesak Kepolisian Resor (Polres) dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera meninjau dan menutup u-turn yang dinilai rawan kecelakaan tersebut.
“Lakukan evaluasi, jika sering terjadi kecelakaan lebih baik ditutup saja,” kata Abadi, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, penataan ulang jalur dan pengaturan arus lalu lintas harus menjadi prioritas demi keselamatan masyarakat.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menekankan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Polres, Dishub, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengambil langkah konkret mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Tragedi di lokasi u-turn ini kembali terjadi pada Senin (3/11/2025), ketika sebuah kecelakaan menelan korban. Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan yang sebelumnya juga terjadi di titik yang sama.
Warga sekitar mulai kehilangan kesabaran karena seringnya kecelakaan di lokasi tersebut. Mereka menuntut tindakan cepat dari pemerintah daerah.
“Beberapa hari sebelumnya ada yang meninggal dunia, dan kemarin ada lagi kecelakaan,” ungkap Ba (29), warga sekitar, Selasa (4/11/2025).
Ia menjelaskan, posisi putaran arah yang terlalu dekat dengan gang membuat banyak pengendara memilih melawan arus demi menghindari jalur putar yang lebih jauh.
“Kiri kanan dekat semua sama gang, jadi sering ada yang lawan arus supaya cepat,” tambahnya.
Abadi menegaskan bahwa langkah evaluasi dan penutupan sementara u-turn bisa menjadi solusi jangka pendek sebelum perbaikan jalur permanen dilakukan.
Selain itu, pemasangan rambu peringatan, marka jalan, dan lampu penerangan juga harus diperhatikan agar pengendara lebih berhati-hati.
Pihak DPRD Kotim juga akan mendorong Dishub dan Polres melakukan sosialisasi kepada pengendara, terutama kendaraan berat dan sepeda motor, mengenai risiko kecelakaan di lokasi tersebut.
Abadi menekankan, keselamatan publik tidak bisa ditawar, dan setiap kecelakaan harus menjadi pelajaran bagi pemerintah dan masyarakat untuk mencegah kejadian serupa.
Langkah penataan ulang dan pengawasan ketat di Jalan HM Arsyad diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas. (JMY)