website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

DPRD Kalteng Ingin Program Pencegahan Stunting Lebih Dekat dengan Warga

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Informasi program pemerintah belum sepenuhnya menjangkau masyarakat Kalimantan Tengah. DPRD Kalteng melihat celah itu sebagai ruang untuk memperkuat kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), terutama dalam urusan kependudukan, pembangunan keluarga, dan pencegahan stunting.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, H. Junaidi, menerima jajaran BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah dalam agenda silaturahmi dan audiensi di DPRD Kalteng, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut Junaidi, BKKBN memiliki posisi strategis dalam menjalankan sejumlah program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga. Karena itu, penyampaian informasi kepada masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan jalur birokrasi.

Ia mengatakan masih terdapat program pemerintah yang belum diketahui masyarakat secara merata. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu dijawab dengan memperbanyak kanal komunikasi yang langsung menyentuh warga.

Pasang Iklan

“Masih ada sejumlah program pemerintah yang belum diketahui secara merata oleh masyarakat. Untuk itu, DPRD Kalteng siap mendukung penyebarluasan informasi dan edukasi melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan warga,” ujar Junaidi.

Salah satu jalur yang ditawarkan DPRD adalah kegiatan reses. Agenda tersebut dinilai dapat menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat di daerah pemilihan.

Anggota DPRD Kalteng melaksanakan reses tiga kali dalam setahun. Momentum itu dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan program kependudukan, pembangunan keluarga, hingga edukasi mengenai pencegahan stunting.

Junaidi mengatakan kolaborasi dengan BKKBN melalui kegiatan reses akan membuat penyampaian informasi lebih dekat dengan masyarakat. Program yang selama ini berhenti pada informasi formal di tingkat pemerintahan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan yang mudah dipahami warga.

“Kami siap berkolaborasi dengan BKKBN untuk menyampaikan edukasi dan informasi kepada masyarakat melalui kegiatan reses. Dengan begitu, program-program pemerintah dapat lebih dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Menurut dia, keterlibatan anggota DPRD dapat menjadi salah satu cara memperluas jangkauan sosialisasi, terutama ke wilayah yang sulit dijangkau melalui kegiatan pemerintahan secara reguler.

Pasang Iklan

Kerja sama itu juga dinilai penting untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Program kependudukan dan pembangunan keluarga tidak hanya menyangkut angka atau data, tetapi berkaitan dengan kualitas kehidupan keluarga.

Pencegahan stunting menjadi salah satu agenda yang membutuhkan penyampaian informasi secara konsisten kepada masyarakat. Edukasi kepada keluarga diperlukan agar program pemerintah tidak berhenti sebagai kebijakan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Junaidi berharap komunikasi antara DPRD Kalteng dan BKKBN tidak berhenti pada agenda audiensi. Ia ingin kerja sama tersebut diterjemahkan dalam kegiatan konkret yang dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga diperlukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi program pemerintah, terutama bagi warga yang tinggal di desa dan wilayah pelosok.

“Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis berbagai program strategis pemerintah dapat menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa dan pelosok Kalimantan Tengah,” pungkas Junaidi.**

Editor  : Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!