INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendukung wacana pembangunan jalur kereta api di Pulau Kalimantan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek tersebut dinilai dapat menjadi salah satu terobosan untuk memperbaiki konektivitas dan menekan biaya distribusi barang di wilayah Borneo.
Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, mengatakan masuknya proyek kereta api dalam PSN akan memberikan peluang lebih besar bagi pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi jika ide ini kembali digulirkan, apalagi jika bisa masuk dalam PSN. Tentu ini akan menjadi program strategis yang didahulukan,” ujar Ansyari, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Ansyari, rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan bukan merupakan gagasan baru. Wacana tersebut telah muncul sejak pemerintahan daerah pada masa Gubernur Kalteng terdahulu, Teras Narang.
Namun, proyek dengan cakupan besar tersebut membutuhkan persiapan yang tidak sederhana. Perencanaan, kebutuhan anggaran, serta waktu pengerjaan harus dihitung secara matang sebelum pembangunan dapat direalisasikan.
Ansyari mengatakan keberlanjutan rencana kereta api di Kalimantan juga dipengaruhi perubahan prioritas pembangunan di tingkat pemerintah pusat.
Menurut dia, sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo, kebijakan pembangunan infrastruktur pemerintah pusat memiliki fokus yang berbeda-beda. Kondisi tersebut turut memengaruhi kelanjutan sejumlah proyek strategis di daerah.
Kini, kembali munculnya wacana pembangunan jalur kereta api dinilai memberikan harapan baru bagi penguatan konektivitas antardaerah di Kalimantan.
Bagi Kalteng, keberadaan jaringan kereta api dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap sistem distribusi barang. Moda transportasi tersebut berpotensi menjadi alternatif yang lebih efisien untuk mengangkut kebutuhan masyarakat maupun komoditas daerah.
“Apabila ini sampai terlaksana, ini sangat menguntungkan bagi Kalimantan. Proyek ini akan memotong jalur distribusi barang dan juga menekan biaya (logistik). Distribusi barang ke Kalimantan Tengah akan menjadi jauh lebih mudah,” kata Ansyari.
Selama ini, distribusi barang di Kalimantan masih banyak mengandalkan transportasi darat dan jalur sungai. Pada kondisi tertentu, kedua jalur tersebut membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Kehadiran transportasi berbasis rel dinilai dapat memperpendek waktu pengiriman sekaligus meningkatkan efisiensi biaya logistik. Dampaknya diharapkan dapat dirasakan masyarakat melalui distribusi kebutuhan pokok yang lebih lancar.
Selain kebutuhan masyarakat, jalur kereta api juga berpotensi mendukung pergerakan komoditas unggulan daerah. Efisiensi transportasi dapat meningkatkan daya saing kegiatan ekonomi dan mendorong pertumbuhan wilayah yang terhubung jaringan rel.
Karena itu, DPRD Kalteng berharap pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan. Dukungan tersebut dinilai penting agar pembangunan infrastruktur tidak hanya berpusat di wilayah tertentu.
Ansyari menilai pembangunan jalur kereta api dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan infrastruktur sekaligus membuka konektivitas baru antarwilayah di Pulau Kalimantan.
Jika terealisasi dan masuk dalam PSN, proyek tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kalimantan.**
Editor : Maulana Kawit