INTIMNEWS.COM KASONGAN – Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Disprintranaker) Kabupaten Katingan tahun ini memfokuskan perhatian pada pengelolaan Balai Latihan Kerja (BLK) agar dapat berjalan optimal dan mencetak tenaga kerja siap pakai bagi daerah.
“Kita terus fokus mengelola BLK Katingan agar dapat menyiapkan tenaga kerja yang siap diterima di sejumlah perusahaan di wilayah Katingan,” ujar Kepala Disprintranaker Katingan, H. Supardi, Kamis (11/9/2025).
Menurut Supardi, pengelolaan BLK dilakukan secara bertahap dan sistematis untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal. Program ini mencakup pelatihan di bidang teknologi informasi, keterampilan teknik per bidang, serta keahlian spesifik seperti menjahit dan menegeman.
“Tujuan utamanya adalah menciptakan tenaga kerja yang tampil profesional dan kompetitif di dunia usaha,” lanjutnya. Dengan peningkatan kemampuan ini, diharapkan lulusan BLK tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga siap menghadapi praktik di lapangan.
Supardi menekankan bahwa pelatihan di BLK terbuka untuk seluruh masyarakat dari 13 kecamatan di Kabupaten Katingan. “Kami berharap masyarakat dari seluruh kecamatan dapat mengikuti pendidikan pelatihan dan mengasah kemampuan teknisnya, sehingga siap kerja saat dibutuhkan perusahaan,” katanya.
Selain itu, BLK Katingan juga dirancang untuk menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan dunia industri lokal. Dengan demikian, lulusan BLK memiliki peluang lebih besar untuk terserap dalam sektor usaha yang sedang berkembang di Kabupaten Katingan.
“Kami terus berkoordinasi dengan perusahaan lokal agar materi pelatihan BLK sesuai dengan standar kebutuhan industri. Ini penting agar tenaga kerja yang dihasilkan memiliki kualitas yang relevan dan kompetitif,” tambah Supardi.
Ke depan, Disprintranaker Katingan juga berencana memperluas jenis pelatihan sesuai dengan permintaan pasar kerja, termasuk keterampilan digital dan manajemen usaha kecil menengah. Dengan strategi ini, BLK diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Supardi menegaskan, optimalisasi BLK ini sejalan dengan visi Kabupaten Katingan untuk mencetak tenaga kerja yang terampil, produktif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pelatihan yang disediakan, sehingga peningkatan kompetensi tenaga kerja dapat merata di seluruh kecamatan.
“BLK bukan hanya tempat belajar, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja. Kami optimistis, melalui pelatihan ini, Kabupaten Katingan akan memiliki tenaga kerja yang profesional dan siap bersaing,” tutup Supardi.(Bitro/Maulana Kawit)