INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP), melanjutkan upayanya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menggandeng TNI AD. Kolaborasi ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan Kaderisasi Pelatih (Kadertih) bagi anggota TNI AD di bawah Komando Daerah Militer XXII/Tambun Bungai. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas prajurit TNI dalam hal pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kalimantan Tengah.
Pelatihan yang dilaksanakan dari tanggal 20 hingga 23 Oktober 2025 di beberapa lokasi seperti Batalyon Infanteri Raider 631/Antang, Palangka Raya, serta lokasi lainnya, melibatkan 16 peserta yang terdiri dari anggota Batalyon Infanteri dari empat daerah: Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Palangka Raya, dan Katingan. Program ini bertujuan untuk mencetak kader pelatih yang mampu menyebarluaskan pengetahuan pertanian ke satuan-satuan TNI lainnya, serta memperkenalkan teknologi pertanian terbaru yang dapat diaplikasikan di wilayah pedesaan.
Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, menyampaikan bahwa program pelatihan ini merupakan langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Tengah. “Kami ingin memastikan bahwa sektor pertanian di Kalteng terus berkembang, khususnya dalam pengelolaan tanah gambut yang merupakan ciri khas wilayah kami. Dengan keterlibatan TNI, kami berharap pelatihan ini dapat mempercepat transfer pengetahuan tentang pertanian yang efisien dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Rendy juga menjelaskan bahwa Dinas TPHP memberikan pembekalan tentang berbagai teknik budidaya pertanian, mulai dari pemilihan benih unggul hingga pengelolaan pascapanen. Para peserta dilatih untuk memahami pentingnya penggunaan teknologi yang tepat guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat peran sektor pertanian dalam menjaga stabilitas pangan, yang semakin penting di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan. Sinergi antara TNI dan Dinas TPHP ini diharapkan dapat membuka ruang lebih luas untuk penerapan teknik pertanian yang berbasis pada hasil riset dan teknologi.
Komando Daerah Militer XXII/Tambun Bungai melalui Komando Latihan, Achmad Satya Karim, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat vital untuk meningkatkan kapasitas para prajurit TNI dalam hal keterampilan pertanian. “Para peserta akan dilatih untuk menjadi pelatih yang akan menyebarluaskan pengetahuan tentang pertanian di satuan mereka masing-masing. Ini bukan hanya tentang kemampuan teknis, tapi juga tentang penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain teori, pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik lapangan. Peserta diajak untuk langsung terlibat dalam berbagai aktivitas pertanian, seperti pengelolaan lahan gambut, budidaya tanaman pangan, serta teknik pengendalian hama dan penyakit. Para peserta juga diberikan wawasan tentang cara menjaga kesuburan tanah dengan cara yang ramah lingkungan.
Dalam praktiknya, pengelolaan lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh para peserta. Sebagai salah satu daerah dengan potensi lahan gambut yang luas, Kalimantan Tengah membutuhkan pendekatan khusus dalam mengelola lahan tersebut agar tetap produktif namun tidak merusak lingkungan. Kepala Seksi Perbanyakan Benih/Bibit Tanaman Hortikultura, Goalter Zoko, yang turut memimpin pelatihan praktik, menjelaskan bahwa pengelolaan tanah gambut yang baik akan berkontribusi pada peningkatan hasil pertanian secara berkelanjutan.
“Penggunaan teknologi hemat air, pemilihan benih unggul yang adaptif terhadap kondisi lahan gambut, serta pengelolaan yang ramah lingkungan adalah kunci utama untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan. Kami berharap para peserta pelatihan ini dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarluaskan pengetahuan ini ke komunitas mereka,” ungkap Goalter.
Pelatihan Kaderisasi TNI AD ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mewujudkan kemandirian pangan. Dengan adanya pelatihan ini, para prajurit diharapkan tidak hanya menjadi pelatih yang mengajarkan keterampilan pertanian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memperkuat ketahanan pangan di seluruh wilayah Kalteng.
Kepala Dinas TPHP Prov Kalteng menekankan bahwa untuk mencapainya, kerja sama lintas sektor sangat diperlukan. “Selain TNI, kami juga akan terus bekerja sama dengan sektor swasta dan masyarakat untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Rendy.
Dengan potensi alam yang melimpah, Kalimantan Tengah memiliki kesempatan besar untuk menjadi salah satu daerah yang mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, tantangan besar yang harus dihadapi adalah bagaimana memaksimalkan potensi tersebut dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Melalui pelatihan seperti Kadertih ini, diharapkan dapat terbentuk generasi petani dan pelatih yang lebih profesional dan mampu menghadapi tantangan yang ada.
Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta dari berbagai batalyon TNI yang berasal dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, dan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.
Penulis : Redha
Editor : Andrian