website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Dinas PUPR Kobar Bangun Kapal Pinisi di Bundaran Bahari Kumai

Bangunan Kapal Pinisi di Bundaran Bahari Kumai. (Yus)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Bundaran Bahari, di Desa Kapitan, Kecamatan Kumai, dipercantik oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat.

Saat ini pihak PUPR Kotawaringin Barat membangun ikon baru kapal pinisi di tengah bundaran Bahari dan tengah merampungkan pengerjaannya.

Pekerjaan Bundaran Bahari tersebut pada tahun 2023 ini dianggarkan sebesar Rp 720.800.000, -. dan akan dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2024 mendatang.

Kepala Dinas PUPR Kobar Muhammad Hasyim Muallim mengatakan, pembangunan bundaran Bahari ini merupakan usulan dari seluruh tokoh masyarakat Kumai. Dimana awalnya di Bundaran tersebut di beri nama Bundaran Monyet, atas kesepakatan diganti dengan nama bundaran Bahari.

Pasang Iklan

”Kecamatan Kumai, merupakan kota /tempat yang sering didatangi oleh wisatawan mancanegara, mengingat Keberadaan Taman Nasional Tanjung Puting berada di Kecamatan Kumai, sehingga perlu adanya penataan estetika kota, termasuk di Bundaran Bahari tersebut,” ujar Muhammad Hasyim Muallim, Kamis (23/11/2023).

Hasyim menjelaskan, di Bundaran Bahari itu berdiri sebuah kapal Pinisi. Sehingga bundaran Bahari itu akan menjadi kebanggaan masyarakat Kobar, bahkan menjadi icon bagi Masyarakat Kobar.

“Kapal yang ada di dalam bundaran Bahari itu di ambil adalah kapal pinisi karena kapal pinisi melambangkan nilai filosofi tersendiri, yakni nilai untuk bekerja keras, kerja sama, keindahan, hingga menghargai alam,” kata Hasyim.

Lanjutnya, sedangkan Dua tiang utama Kapal Pinisi melambangkan dua kalimat syahadat dalam Islam, kemudian tujuh layar berikutnya merupakan simbol dari surat Al Fatihah.

“Simbol itu melambangkan harapan dan doa bagi masyarakat agar selalu diberikan keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat,” paparnya.

Untuk pengerjaannya kata Hasyim tahun ini akan selesai, dan akan di lanjutkan pada tahun anggaran 2024, dimana ditahun depan pada proses penyelesaian bagian bawah yaitu ornamen dibawah kapal yang menceritakan perjuangan masyarakat kumai pada 14 januari 1946.

Pasang Iklan

Penulis: Yusro

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran