INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pertanian Kota Palangka Raya, Sugianto, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Rembuk Tani Merdeka yang digelar di Sekretariat Tani Sembada Palangka Raya, Selasa (4/8/2026). Kegiatan itu mempertemukan petani, pemerintah, penyuluh pertanian, Bulog, Badan Gizi Nasional (BGN), hingga Tani Merdeka Indonesia dalam satu forum dialog.
Menurut Sugianto, Rembuk Tani menjadi wadah strategis untuk mendengarkan langsung aspirasi petani. Berbagai masukan yang disampaikan, kata dia, akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pembangunan pertanian ke depan.
“Forum seperti ini sangat penting karena menjadi ruang dialog antara petani dan pemerintah. Aspirasi yang muncul akan menjadi bahan bagi kami untuk menyusun program yang benar-benar sesuai kebutuhan petani,” ujar Sugianto.
Ia memastikan Dinas Pertanian Kota Palangka Raya akan terus membuka ruang kerja sama dengan Tani Merdeka Indonesia, penyuluh pertanian, Bulog, BGN, maupun seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan sektor pertanian berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kota Palangka Raya, David, SP, bersama tim penyuluh Sunainah dan Cia, menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi petani di lapangan.
Pendampingan tersebut mencakup pengembangan budidaya pertanian, peningkatan produktivitas, hingga penerapan teknologi pertanian yang lebih modern agar hasil panen petani semakin meningkat.
“Penyuluh akan terus hadir mendampingi petani agar mampu meningkatkan produktivitas dan menerapkan teknologi pertanian yang lebih baik,” kata David.
Dalam forum tersebut, petani Sukariono dari kawasan KM 16 juga menyampaikan usulan agar DPD Tani Merdeka Indonesia dapat menjadi wadah komunikasi sekaligus jalur distribusi hasil pertanian, khususnya untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, keberadaan Tani Merdeka dapat mempermudah petani memperoleh kepastian pasar sehingga hasil panen tidak lagi mengalami kendala pemasaran.
Menanggapi hal itu, Perwakilan DPW Tani Merdeka Indonesia Kalteng, Petrus menilai sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ia menyebut peningkatan produksi pangan lokal akan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus memperbesar perputaran ekonomi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis.
“Kami ingin Tani Merdeka menjadi jembatan komunikasi antara petani, pemerintah, Bulog, BGN, dan seluruh mitra pembangunan pertanian. Semakin kuat kolaborasi, semakin besar manfaat yang dirasakan petani,” ujar Petrus.
Menurut Petrus, kolaborasi yang dibangun melalui Rembuk Tani diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kuat, mulai dari proses produksi, pemasaran hasil panen, hingga pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat di Kalimantan Tengah.
Editor: Andrian