INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) berlangsung penuh khidmat dan semangat nasionalisme. Ribuan peserta dari berbagai kalangan hadir, mulai dari jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat umum, hingga para pelajar dan mahasiswa yang berdiri tegap dalam barisan. Cuaca terik sejak pagi tidak menyurutkan langkah mereka untuk ikut serta menghormati detik-detik Proklamasi, Minggu (17/8/2025).
Namun, di balik khidmatnya suasana, momen haru sekaligus menegangkan terjadi. Beberapa pelajar dan mahasiswa tampak tidak mampu lagi menahan panas dan lapar, hingga akhirnya pingsan saat berdiri di barisan. Petugas medis yang siaga segera memberikan pertolongan, membawa mereka ke tempat teduh untuk mendapatkan perawatan.
Salah seorang pelajar mengungkapkan alasannya hingga tumbang. Dengan suara lirih setelah siuman ia berkata, “Kami berangkat terburu-buru, takut terlambat. Jadi tidak sempat sarapan. Saat upacara kami tahan saja, tapi akhirnya tidak kuat lagi,” ucapnya.
Kisah sederhana itu justru menggetarkan hati banyak orang yang mendengarnya, menggambarkan betapa besar tekad generasi muda dalam menghormati hari kemerdekaan.
Meski fisik mereka tumbang, semangat juang para pelajar dan mahasiswa itu justru semakin terasa. Mereka seolah ingin menegaskan bahwa rasa cinta tanah air lebih kuat daripada rasa lapar. Bahwa merah putih yang berkibar di langit Pangkalan Bun layak dihormati meski dengan pengorbanan.
Para guru dan orang tua yang mendampingi pun mengingatkan bahwa semangat perjuangan perlu disertai kesiapan fisik. “Anak-anak ini luar biasa, semangatnya patut diapresiasi. Tapi jangan lupa, menjaga kesehatan juga bagian dari perjuangan,” tutur seorang guru sambil menenangkan siswanya.
Upacara tetap berlangsung hingga akhir dengan penuh haru. Saat Bendera Merah Putih berkibar gagah diiringi lagu kebangsaan, semua mata tertuju pada simbol kemerdekaan itu. Peristiwa pingsannya beberapa pelajar dan mahasiswa akan menjadi catatan berharga, bahwa semangat kemerdekaan memang tak lekang oleh waktu. Namun, persiapan fisik tetap penting, agar generasi penerus bangsa bisa terus berdiri tegap dalam menjaga Indonesia tercinta.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian