INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Insiden ompreng atau wadah makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjatuhan di jalan ternyata bukan hanya terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dalam beberapa bulan terakhir, kejadian serupa berulang di sejumlah daerah dan memunculkan sorotan terhadap disiplin sopir maupun pengelolaan distribusi makanan oleh penyedia dapur MBG.
Kasus terbaru terjadi di Kota Palangka Raya, Kalteng. Video puluhan ompreng makanan berserakan di kawasan Bundaran Burung viral di media sosial, Selasa, 2 Juni 2026.
Dalam video tersebut, wadah makanan MBG terlihat tercecer di Jalan RTA Milono, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut. Sebagian ompreng masih terikat rapi, sementara beberapa lainnya terbuka dan masih berisi makanan.
Belakangan diketahui makanan itu merupakan paket MBG untuk siswa SMKN 3 Palangka Raya. Berdasarkan evaluasi awal, insiden terjadi karena pintu box kendaraan pengangkut terbuka saat perjalanan akibat pengemudi tidak memastikan penguncian pintu dalam kondisi aman sebelum berangkat.
Akibat kejadian itu, sebanyak 19 ompreng makanan tidak bisa disalurkan. Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kemudian mengganti seluruh makanan yang terdampak dengan paket baru dari dapur produksi.
Namun, kejadian serupa sebenarnya sudah beberapa kali terjadi di daerah lain. Pada Kamis, 9 April 2026, puluhan ompreng MBG juga berserakan di Jalan Nangka Lintas, Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Saat itu, makanan jatuh dari mobil pengangkut setelah sopir lupa mengunci pintu belakang kendaraan. Koordinator Wilayah MBG Lubuklinggau, Desi Puspasari, mengakui kejadian tersebut dan menyebut sopir hanya diberikan teguran langsung.
Kasus lain terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa, 31 Maret 2026. Mobil operasional pengangkut MBG mengalami kecelakaan di kawasan Pasar Bukit Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti.
Kendaraan yang membawa puluhan ompreng makanan dilaporkan hilang kendali hingga muatan di bagian belakang tumpah ke badan jalan. Peristiwa itu sempat menjadi perhatian warga sekitar.
Di Sumatera Utara, ompreng MBG juga pernah berserakan di Jalan Tebing Tinggi-Paya Lombang, tepatnya di Simpang Rujak, Desa Paya Lombang, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, Selasa, 26 Mei 2026.
Saat itu, sopir mobil pengangkut MBG diduga mengemudi ugal-ugalan hingga puluhan ompreng kosong jatuh ke bahu jalan. Warga yang berada di lokasi sempat merekam kejadian tersebut.
Sementara di Lampung, video puluhan ompreng MBG berceceran di Jalan Simpang Mangga, Kecamatan Mesuji Timur, viral di media sosial pada September 2025 lalu. Dalam video berdurasi 15 detik itu, wadah makanan tampak berserakan hampir di sepanjang jalan.
Rangkaian kejadian ini memunculkan pertanyaan soal standar distribusi MBG yang dinilai masih lemah.
Program yang seharusnya menjadi upaya pemenuhan gizi anak justru berulang kali diwarnai kelalaian di lapangan, mulai dari pintu kendaraan yang tidak dikunci, sopir yang diduga ugal-ugalan, hingga pengawasan distribusi yang dinilai minim.
Editor: Andrian