INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Asap kebakaran hutan dan lahan mulai menekan aktivitas penerbangan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Jarak pandang yang menurun pada Senin pagi, 5 Oktober 2026, membuat dua rute Batik Air mengalami keterlambatan.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengatakan belum ada penerbangan yang dibatalkan hari ini. Namun, penerbangan Batik Air rute Jakarta–Pangkalan Bun–Jakarta dan Surabaya–Pangkalan Bun–Surabaya mengalami delay.
“Yang delay Batik Air CGK-PKN-CGK dan Batik Air SUB-PKN-SUB karena low visibility di pagi hari tadi,” kata Asri Alie, Senin, 5 Oktober 2026.
Kondisi jarak pandang menjadi perhatian karena asap karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah Kotawaringin Barat. Situasi tersebut dapat memengaruhi kelancaran operasional penerbangan, terutama ketika jarak pandang turun pada waktu-waktu tertentu.
Forecaster Stasiun Meteorologi Iskandar BMKG Kotawaringin Barat, Afif Rowina Khairi, mengatakan kualitas udara di wilayah tersebut dalam tiga hari terakhir cenderung berada pada kategori tidak sehat. Pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 pada beberapa waktu bahkan telah melampaui 250,4 mikrogram per meter kubik.
Menurut Afif, kondisi itu berpotensi bertahan apabila aktivitas kebakaran masih berlangsung di Kotawaringin Barat. Asap yang dihasilkan tidak hanya menurunkan kualitas udara, tetapi juga berpengaruh terhadap jarak pandang di sekitar wilayah terdampak.
Penurunan jarak pandang, kata dia, terutama berpotensi terjadi pada pagi hari dan menjelang sore ketika konsentrasi asap cukup tebal. Perubahan kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam aktivitas penerbangan dari dan menuju Pangkalan Bun.
Meski demikian, penerbangan dari dan menuju Kotawaringin Barat hingga kini masih beroperasi. BMKG menyebut kondisi asap di sekitar Bandara Iskandar berpotensi menimbulkan gangguan operasional, termasuk keterlambatan penerbangan.
Situasi ini membuat kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi informasi penting bagi calon penumpang. Jadwal penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan tingkat jarak pandang di sekitar bandara.
Di sisi lain, tingginya konsentrasi PM2.5 juga menjadi peringatan bagi masyarakat. Selain mengganggu jarak pandang, kualitas udara yang memburuk dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama ketika masyarakat terpapar asap dalam waktu lama.
Dengan penerbangan yang masih berjalan dan belum ada pembatalan pada Senin ini, kondisi cuaca tetap menjadi faktor yang harus dipantau. BMKG mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan informasi cuaca dan kualitas udara, sementara calon penumpang disarankan memantau informasi terbaru dari maskapai maupun pengelola Bandara Iskandar.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian