INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kebakaran melanda deretan kios di Jalan Christopel Mihing, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kamis, 15 Januari 2026.
Sembilan kios terdampak dalam peristiwa tersebut, dengan sebagian besar bangunan mengalami kerusakan parah.
Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba saat aktivitas di sekitar kios masih berlangsung. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan kios yang berdiri berdempetan di kawasan tersebut.
Informasi sementara menyebutkan, titik awal kebakaran diduga berasal dari sebuah kios sembako yang saat kejadian dalam keadaan tertutup dan ditinggal pemiliknya. Kondisi kios yang terkunci menyulitkan upaya pemadaman dini.
Salah seorang penghuni kios, Santi, mengaku masih berada di dalam kios bersama pedagang lain ketika kebakaran mulai terjadi. Ia mengetahui adanya api setelah mendapat teriakan dari pengendara yang melintas di lokasi.
“Kami masih di dalam kios. Tiba-tiba ada pengendara lewat yang teriak memberi tahu kalau ada api,” ujar Santi saat ditemui di lokasi kejadian.
Mendengar teriakan tersebut, warga dan pedagang sekitar berupaya melakukan pemadaman awal. Mereka mencoba mendobrak pintu kios sembako yang diduga menjadi sumber api.
“Pemilik kiosnya tidak ada dan pintunya terkunci, jadi warga tadi berusaha mendobrak pintu untuk memadamkan api,” ungkapnya.
Koordinator Call Center 110 Kota Palangka Raya, Sucipto, menyampaikan bahwa hasil pendataan sementara mencatat sembilan kios terdampak kebakaran. Dari jumlah tersebut, tujuh kios dilaporkan hangus terbakar hingga 100 persen.
“Sementara dua kios lainnya mengalami kerusakan sekitar 30 persen,” kata Sucipto.
Ia menjelaskan, cepatnya api menjalar disebabkan oleh kondisi bangunan kios yang sebagian besar berbahan kayu dan jarak antarbangunan yang sangat rapat.
“Bangunan kios kebanyakan berbahan kayu dan berdempetan, jadi api cepat membesar dan merembet ke kios lain,” jelasnya.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Seluruh penghuni kios dan warga sekitar berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.
Meski demikian, kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan cukup besar. Hingga kini, nilai pasti kerugian masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Terkait penyebab kebakaran, Sucipto menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan sumber api. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh aparat kepolisian.
“Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Penyelidikan sepenuhnya dilakukan pihak kepolisian,” pungkasnya.
Editor: Andrian