INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Dalam rangka mengantisipasi musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, PT Katingan Mujur Sejahtera terus melakukan sosialisasi dan pencegahan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Divisi Humas dan Legal Site PT KMS Bung Johnny, menurutnya bahwa beberapa waktu lalu adanya pemberitaan terkait wilayah pihaknya terdapat hotspot atau titik panas.
“Menanggapi kabar yang menyebut PT Katingan Mujur Sejahtera sebagai salah satu perusahaan yang diduga mengalami kejadian karhutla, kami menyampaikan klarifikasi resmi bahwa Surat Peringatan dari DLH Kabupaten Katingan Pada tanggal 28 Juli 2025, PT KMS menerima surat dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan terkait klarifikasi titik panas yang terdeteksi melalui satelit NASA-SNPP di wilayah Desa Sebangau Jaya, Kecamatan Katingan Kuala,” ungkap Divisi Humas dan Legal Site PT KMS, Bung Johnny, Rabu 6 Agustus 2025.
Merespons itu, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan cepat dan melakukan verifikasi lapangan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen terhadap perlindungan lingkungan.
Adapun langkah yang mereka lakukan yakni dengan meluncurkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan.
“Hasil observasi menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kebakaran aktif seperti asap, bara api, atau bekas lahan terbakar, Vegetasi di sekitar lokasi terlihat hijau dan tumbuh normal, Area bersih dari pembakaran terbuka maupun bahan mudah terbakar,” sebutnya.
Hasil pengecekan tersebut telah dilaporkan pihaknya secara resmi kepada DLH Kabupaten Katingan melalui surat tanggapan nomor 141/ADM-LGL/ST-KMS/VIII/2025 tertanggal 3 Agustus 2025, disertai dokumentasi visual dan koordinat lokasi.
Menurut Johnny, pihaknya berkomitmen untuk melakukan langkah pencegahan berkelanjutan, PT Katingan Mujur Sejahtera sebutnya akan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan karhutla.
“Langkah itu seperti patroli rutin oleh tim tanggap darurat karhutla, kesiapsiagaan alat berat dan kendaraan pemadaman, koordinasi dengan manggala agni dan instansi terkait, dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Johnny menuturkan bahwa pihaknya menghargai peran media dan instansi pemerintah dalam pengawasan lingkungan. Klarifikasi ini tersebut disampaikan agar publik mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.
“Kami tetap berkomitmen menjalankan operasional secara bertanggung jawab,” demikian Bung Johnny.
(Jimmy/Adv)