website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Anggota DPRD Seruyan Dukung Aksi Warga Empat Desa Tuntut Realisasi Plasma 20 Persen

Anggota DPRD Seruyan, Subani. (ASY)

imagesINTIMNEWS.COM, KUALA PEMBUANG – Persoalan realisasi plasma 20 persen antara masyarakat empat desa di Kabupaten Seruyan dan PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) kembali mencuat.

Warga dari Desa Rungau Raya, Bangkal, Terawan dan Selunuk kembali turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan mereka, Kamis 10 September 2026. Aksi tersebut menjadi bentuk desakan masyarakat agar hak atas plasma 20 persen segera direalisasikan.

Aksi kembali digelar setelah pertemuan antara masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan dan pihak perusahaan yang berlangsung di Hotel Aquarius Sampit, Rabu 9 September 2026, belum menghasilkan kesepakatan yang diharapkan warga.

Persoalan plasma tersebut sebelumnya telah beberapa kali dibahas melalui forum pertemuan. Namun, hingga kini belum tercapai titik temu yang mampu menjawab tuntutan masyarakat dari empat desa tersebut.

Pasang Iklan

Wakil Ketua Komisi A DPRD Seruyan dari Fraksi PDI Perjuangan, Subani, menyatakan dukungannya terhadap masyarakat yang memilih menyampaikan aspirasi melalui aksi damai.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan tuntutan dan memperjuangkan kepentingannya. Kendati demikian, ia meminta agar aksi tetap dilakukan dengan mengedepankan keamanan dan ketertiban.

“Kami sebagai anggota dewan tetap mendukung aksi damai tersebut, dan kami berharap kepada masyarakat tetap mengedepankan kamtibmas,” kata Subani.

Ia menilai penyampaian aspirasi secara tertib menjadi bagian penting agar tuntutan masyarakat dapat didengar dan proses penyelesaian persoalan tetap berjalan tanpa memicu persoalan baru.

Di sisi lain, Subani juga meminta PT BAP mengambil langkah yang bijaksana dalam menyikapi tuntutan masyarakat. Menurutnya, penyelesaian persoalan plasma membutuhkan kebijakan yang mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus mempertimbangkan keberlangsungan perusahaan.

“Kami berharap pihak perusahaan mengambil kebijakan yang menguntungkan masyarakat sekitar dan tentunya tidak merugikan perusahaan,” ujarnya.

Pasang Iklan

Subani berharap pemerintah, masyarakat dan pihak perusahaan tidak menutup ruang komunikasi. Dialog dinilai tetap menjadi jalan penting untuk mencari formula penyelesaian yang adil dan dapat diterima semua pihak.

Dengan adanya kesediaan seluruh pihak untuk duduk bersama, ia berharap persoalan plasma 20 persen di empat desa tersebut dapat segera diselesaikan sehingga tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Penulis: Ahmad
Editor:
Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!