INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Berbagai persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng 2026 menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Mulai dari antrean bahan bakar minyak (BBM), penataan pelaku UMKM, hingga ketersediaan fasilitas ibadah di venue dibahas dalam rapat koordinasi KONI Kobar bersama Dispora dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kobar, Rabu (26/8/2026).
Ketua KONI Kobar Hj Fatmawati mengatakan, rapat tersebut digelar untuk memastikan berbagai kebutuhan pendukung Porprov dapat dipersiapkan secara matang. Menurut dia, kesuksesan Porprov tidak hanya ditentukan dari kesiapan pertandingan, tetapi juga pelayanan terhadap atlet, ofisial, penonton, dan masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penataan UMKM. Fatmawati menilai sektor UMKM memiliki peran penting karena akan ikut menggerakkan perekonomian sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat selama Porprov berlangsung.
“Yang pertama adalah masalah penataan UMKM karena ini salah satu sektor yang turut serta ikut menyukseskan Porprov,” kata Fatmawati.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kobar Fitriyana mengatakan pihaknya akan menyiapkan penataan agar aktivitas UMKM selama Porprov tidak semrawut. Para pelaku usaha nantinya akan dikumpulkan dan diarahkan sesuai lokasi yang telah disiapkan.
“UMKM juga bagian dari sukses dan tidaknya pelaksanaan Porprov. Nanti akan kita kumpulkan semua pelaku UMKM,” ujar Fitriyana.
Selain UMKM, kesiapan fasilitas ibadah juga menjadi perhatian. Ketua KONI Kobar menilai keberadaan mushala dan tempat wudu penting disiapkan, terutama di kawasan sport center yang diperkirakan menjadi salah satu titik dengan jumlah penonton cukup besar.
Kepala Dispora Kobar Alfan Kusnaini turut menyoroti kebutuhan tersebut. Ia berharap fasilitas mushala dan tempat wudu dapat tersedia dengan baik sehingga atlet, ofisial, maupun penonton tidak kesulitan menjalankan ibadah selama berada di venue.
Persoalan lain yang dinilai mendesak adalah ketersediaan BBM. Ketua Harian KONI Kobar H Arif Asrofi mengatakan antrean panjang di sejumlah SPBU masih terjadi dan kondisi tersebut perlu segera diantisipasi sebelum Porprov dimulai.
Menurut Arif, persoalan BBM akan menjadi semakin krusial karena Porprov diperkirakan menghadirkan lebih dari 10.000 orang ke Pangkalan Bun. Mereka terdiri atas atlet, ofisial, panitia, dan tamu dari 14 kabupaten/kota yang membutuhkan mobilitas tinggi selama pertandingan.
“Kita tahu saat ini antrean panjang setiap harinya. Apalagi nanti ada lebih dari 10.000 orang yang hadir dan membutuhkan kendaraan serta BBM,” kata Arif.
KONI Kobar mendorong pemerintah daerah segera memperkuat koordinasi dengan Pertamina serta pengelola SPBU dan titik pengisian BBM lainnya. Arif berharap ada kesepakatan konkret mengenai jaminan pasokan sehingga antrean tidak mengganggu mobilitas kontingen.
“Jangan sampai kondisi BBM seperti hari ini terbawa sampai Porprov. Kita khawatir wajah Kobar sebagai tuan rumah nanti tercoreng,” ujarnya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian